| Rapat paripurna DPRD II Sikka terkait pemandangan fraksi terhadap LPJ Bupati Sikka terkait pelaksanaan APBD 2015. |
MAUMERE – Fraksi Partai
Golkar DPRD II kabupaten Sikka meminta agar pemerintah kabupaten Sikka
memberikan penjelasan terkait rendahnya retribusi yang diterima.
Permintaan ini
disampaikan saat pemandangan fraksi dalam rapat paripurna V masa sidang III
tahun 2016 DPRD kabupaten Sikka atas pidato bupati tentang pertanggungjawaban
pelaksanaanAPBD Sikka tahun anggaran 2015.
Dalam rapat
paripurna,Rabu (3/8/2016) tersebut,fraksi partai Golkar menilai pencaptannya
hanya sebesar 53,55 persen dari terget yang ditetapkan,Untuk itu fraksi partai
Golkar merasa sangat kecewa dan menyayangkan hal ini.
“Fraksi partai
Golkar berpandangan bahwa pemerintah belum serius dan benar-benar melakukan
berbagai upaya untuk mencapai target tersebut,” kritik fraksi partai Golkar
seperti dibacakan Mayestati Angelorum dalam pemandangan fraksi.
Target retribusi
daerah yang sudah ditetapkan tersebut menurut fraksi partai Golkar sudah
diperhitungkan dari berbagai potensi yang ada di kabupaten Sikka yang mana
apabila pemerintah serius melakukan berbagai upaya,tentunya target tersebut
dapat dicapai.
“Terhadap
retribusi daerah yang hanya mencapai 53,55 persen tersebut fraksi partai Golkar
memintah agar pemerintah dapat menjelaskan alasannya,” tegas Mayestati
membacakan pernyataan partai berlambang pohon beringin ini.
Hal senada juga
dikeluhakan fraksi partai Demokrat.Menurut fraksi ini,dari target 12.03 miliar
rupiah,pemkab Sikka hanya mampu menghasilkan 6,44 miliar rupiah saja.Demokrat
menanyakan,apakah targetnya tidak realistis ataukah pemerintah tidak oprimal
mengelola sumber-sumber pendapatan?.
Target
penerimaan hemat fraksi partai Demokrat diukur berdasarkan potensi yang
diidentifikasi lalu ditetapkan sasaran-sasaran yang didukung rencana
operasional untuk menggali potensi untuk menjadi uang.
“Rendahnya
penerimaan retribusi mengggambarkan lemahnya respek kita terhadap rakyat daerah
ini,” tegas fraksi partai Demokrat seperti dibacakan Heny Doing.
Selain
itu seperti dibacakan Heny,fraksi partai yang didirikan mantan presiden SBY ini
mencerminkan kepekaan sosial pemerintah amat rendah,kurang mempunyai rasa malu
terkait hasil yang dicapai dan padahal hak aparatur pemerintah tidak pernah
dikurangi oleh negara.
Pemerintah
dimintah fraksi partai Demokrat agar serius menggarap sumber retribusi daerah
terutama merubah perda terkait retribusi yang sudah tidak relevan lagi dengan
pertumbuhan ekonomi abupaten Sikka maupun nasional.
“Perlu
juga dipikirkan memberikan sanksi dan insentif agar capaian hasilnya bisa lebih
baik ke depannya,” harap fraksi Demokrat.
(Ebed de Rosary)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar