MAUMERE–
Desa Nita kecamatan Nita kabupaten Sikka meraih juara pertama dalam lomba antar
desa se kabupaten Sikka dan provinsi NTT.Desa Nita juga diutus mewakili provinsi
NTT dalam lomba di tingkat nasional.
Pada tingkat
nasional,desa Nita bersaing dengan utusan desa lainnya di regional IV meliputi
provinsi Bali,NTB,Maluku,Maluku Utara,Papua dan Papua Barat.Dari penilaian
sementara,desa Nita berada di peringkat ke-6.
Demikian disampaikan
kepala Badan Pemberdayaan Masayarakat (BPM) kabupaten Sikka.Dra.Martha Huberty
Pega saat ditemui Cendana News,Senin (1/8/2016).Dikatakan Martha,tim evaluasi
perkembangan desa dan kelurahan regional IV sudah turun ke desa dan melakukan
penilaian fisik.
“Kami harapkan desa Nita
bisa meraih prestasi memuaskan di tingkat nasional,” ujarnya.
Dijelaskannya,lomba
desa atau kelurahan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memajukan
desa dan kelurahan lewat evaluasi yang dilakukan secara berjenjang.Team dari
Kemendagri sudah turun ke desa Nita melakukan penilaian.
“Bila hasil penilaian
memuaskan maka kepala desa akan diundang untuk mempresentasikan keberhasilannya
di tingkat pusat guna dinilai desa mana yang terbaik tingkat nasional,”
ungkapnya.
Ditambahkan mantan
kepala Badan Ketahanan Pangan kabupaten Sikka ini,penilaian dilakukan meliputi
3 bidang yakni pemerintahan,kewilayahan dan kemasyarakatan.Kepala desa Nita
sebutnya,memiliki banyak kreatifitas dan inovasi dalam penyelenggaran pemerintahan.
“Semua Perda dan Perbup
sudah dijabarkan dalam peraturan desa dan peraturan kepala desa.Selain itu
pengelolaan keuangan desa juga dilakukan secara transparan,” bebernya.
Dicontohkan
Martha,pengelolaan keuangan dan APBDes dilakukan secara transparan dimana
semuanya dicetak di baliho guna ditempelkan di kantor desa dan beberapa
fasilitas umum seperti polindes,sekolah dan lainnya.
Selain itu
tambahnya,juga ada brosur yang ditempelkan di papan informasi dan dibuatkan
leaflet yang dibagikan kepada seluruh masyarakat desa Nita.
“Jadi masyarakat bisa
mengetahui detail pembangunan dan pemakaian keuangan desa dan bisa
memantaunya,”terangnya.
Dalam berbagai kegiatan
dan pengambilan keputusan,masyarakat dan BPD selalu dilibatkan.Kantor desa
dijadikan rumah desa sehingga masyarakat merasa memiliki kantor tersebut.Rumah
desa ini melambangkan harmoni desa membangun.
“Kepala desanya sangat
kreatif,inovatif dan mau mendengarkan.Hubungan antara kepala desa dan BPD
terjalin baik dimana mereka saling melengkapi dan komunikasi berjalan baik,”
pungkasnya.
(Ebed
de Rosary)
Wartawan CDN- CendanaNews,Com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar