MAUMERE
–
SDK Wetakara desa Watuliwung kecamatan Kangae kabupaten Sikka memasuki usia
satu abad.Sekolah yang didirikan 1 Agustus tahun 1916 ini menjadi salah satu SD
tertua di Sikka.
Usia satu abad
dijadikan moment refleksi agar ke depannya SDk Wetakara bisa melahirkan
pemimpin bukan pejabat.Pemimpin yang mempunyai hati dan karakter menyelesaikan
masalah.
Demikian disampaikan
Drs.Epe Epelinus alumni sekaligus ketua panitia perayaan satu abad SDK Wetakara
kepada Cendana News,Senin (1/8/2016).Dikatakan Epe,pihaknya sadar SDK Wetakara baru
menghasilkan siswa yang memilki pekerjaan dan sukses.
“Sekolah ini belum menghasilkan
pemimpin sehingga ke depannya kami mempunyai keinginan sekolah ini bisa
melahirkan pemimpin,” ujarnya.
Dikatakan Epe,para
alumni,guru dan orang tua murid menyadari ini sehingga ke depannya sekolah ini
harus memayungi,mengarahkan pendidikan anak sejak awal.Anak-anak sebutnya,diarahkan
kemana mereka memilih jurusan,bukan sekedar sekolah saja.
“Kendalanya sejak dulu
pendidikan anak tidak diorganisir secara bagus sehingga anak-anak memilih
jurusan berdasarkan suara hati dan terpengaruh teman atau orang tua,” tuturnya.
Sekolah dan orang tua
kritik Epe,belum menghantar anak didik memilih jurusan berdasarkan bakat dan
minat serta kemampuan keuangan orang tua.Jangan hanya memilih jurusan yang sama
seperti menjadi guru dan bidan saja tapi ada pekerjaan lain dan itu mesti diarahkan
sejak dini.
Dirinya memaparkan,minat
pendidikan di wilayah Wetakara desa Watuliwung dan beberapa desa tetangga di
kecamatan Kangae sangat tinggi.Di tengah kesulitan ekonomi dimana masyarakat
hanya mengandalkan asam,mente dan hasil penjualan arak untuk membiayai
kehidupan,pendidikan tetap menjadi prioritas.
Sementara itu ketua
DPRD Sikka Rafael Raga,SP dalam sambutan saat perayaan syukur berharap agar ada
dana abadi yang dikumpulkan dan dikordinir sebuah yayasan atau lembaga di
wiayah desa Watuliwung atau kecamatan Kangae untuk bisa membantu biaya pendidikan
bagi anak-anak yang orang tuanya tidak mampu.
“Untuk merubah
kehidupan tidak ada cara lain selain melalui pendidikan.Untuk itu harus ada investasi
di bidang pendidikan,” tuturnya.
Bupati Sikka,Drs.Yoseph
Ansar Rera berharap agar SDK Wetakara jangan berubah menjadi sekolah
negeri.Dengan bernaung di bawah Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Sanpukat),SDK
Wetakara sudah berdiri selama satu abad dan bisa mandiri.
“Sekolah ini adalah
milik masyarakat,milik umat sehingga semua harus merasa memiliki dan mempunyai
kemauan untuk memajukan sekolah ini.Pemerintah juga tak akan diam dan selalu
membantu sekolah ini,” tegas Ansar.
(Ebed
de Rosary)
Wartawan CDN - CendanaNews.Com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar