LARANTUKA
– Perjumpaan dengan Vance sapaan akrabnya merupakan sebuah kebetulan.Mungkin
ini yang disebut jalan dari Yang Maha Kuasa.Ketika hendak mengambil sepeda
motor yang diparkir di halaman rumah warga usai meliput,Cendana News menemukan
Vance sedang duduk di tanah di samping sepeda motor.
Rupanya tanah kosong
tempat memarkir sepeda merupakan halaman rumah keluarganya.Vance sapaan anak
lelaki bernama Paskalis Boli Lewar ini duduk di tanah berdebu dengan kondisi
kedua kaki yang mengecil dan sulit digerakan.Rupanya Vance menderita
Hidrosefalus,penyakit kepala membesar.
Vance yang lahir di
Lewonama 30 Maret 1997 senang saaat diajak berbincang.Dirinya mengaku senang
menyanyi dan menonton televisi.Mengenakan baju kaus dan celana lusuh,dirinya
tetap tersenyum dan lancar berbicara dalam Bahasa Indonesia.
Petrus Lamakera Lewar
(45) ayah Vence kepada Cendana News saat ditemui di rumahnya Kamis (21/7/2016)
sore mengatakan,sejak umur 5 bulan Vance sudah mengalami gejala penyakit
ini.Kedua orang tuanya membawa anak sulungnya ke RSUD Larantuka dan disarankan dokter agar
segera dilakukan operasi di Surabaya.
“Kami orang susah tidak
punya uang sehingga kami hanya bisa pasrah dan berdoa saja.Kondisi kepala anak
saya semakin lama semakin membesar dan kedua kakinya pun akhirnya mengecil dan
lumpuh,” ujarnya.
Dikatakan Petrus,pernah
ada sebuah yayasan membantu kursi roda namun kursi roda tersebut hanya dipakai
setahun saja dan rusak.Pihak pemerintah sebutnya tidak pernah menjenguk dan
memberikan bantuan kepada keluarga ini.
Dirinya menuturkan,meski
kondisi Vance tidak normal namun anaknya tersebut masih bisa mandi dan ke kamar
kecil sendiri meski dengan merangkak.Vance pun bisa mengerjakan pekerjaan rumah
sendiri dan juga memasak saat orang tuanya ke kebun.
“Kalau kami ke kebun
dia sering masak makanan sendiri,memberi makan hewan peliharaan dan juga
menyapu halaman rumah,” tuturnya menahan haru.
Petrus mengakui,dirinya
hanya memiliki kebun dengan luas di bawah satu hektar yang hanya ditanami
jagung setahun sekali.Jagung ini yang dipakai untuk konsumsi seluruh anggota
keluarga selama setahun dicampur dengan beras.
Selain bertani,suami
dari Lusia Lou Herin (44) ini juga memiliki keahlian sebagai tukang bangunan
yang mampu membangun sebuah rumah sendirian.Petrus mengakui rumah yang ditempati
merupakan karya tangannya.
“Waktu dapat proyek
uangnya saya sisihkan untuk beli parabola dan televisi biar Vance bisa menonton
televisi.Kasihan bila setiap malam dia harus ke tetangga untuk menonton
televisi,” ungkapnya.
Selain Vance,Petrus dan Lusia memiliki anak kedua bernama Polikarpus Belega Lewar (14) yang masih duduk di bangku SMP kelas 2.Juga ada Baltasar Suban Lewar (9) kelas IV SD Inpres Pamakayo dan Matilidis Buku Dawan Lewar (6) kelas 1 di SD yang sama.
Keluarga yang menetap
di RT 11 RW 06 desa Lewonama kecamatan Solor Barat kabupaten Flores Timur ini
berharap jika memang anaknya masih bisa dioperasi dan ada orang yang membantu
biayanya mereka sangat bersyukur.Lusia sang ibunda juga mengharapkan ada yang
bisa membantu kursi roda buat anaknya.
“Kami kasihan kalau dia
harus merangkak terus.Kalau ada yang membantu kursi roda kami sangat berterima
kasih,” tutur Lusia sambil tertunduk.
Disaksikan Cendana
News,kediaman keluarga ini merupakan rumah semi permanen berdinding bambu belah
dan beratap seng.Keluarga ini pun memelihara dua ekor babi yang juga diijual
untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Untuk diketahui,Hidrosefalus
(hydrocephalus), berasal dari kata hydro yang berarti air dan cephalus yang
berarti kepala.Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit bawaan yang
cukup sering terjadi pada bayi yang baru
lahir atau balita. .
Namun, penyakit ini dapat juga terjadi pada anak yang lebih besar dan pada orang dewasa, yang tentunya tidak lagi memperlihatkan bentuk kepala yang membesar, karena tulang tengkorak sudah keras dan persambungan antara bagian-bagian tulang tengkorak telah menutup.
Namun, penyakit ini dapat juga terjadi pada anak yang lebih besar dan pada orang dewasa, yang tentunya tidak lagi memperlihatkan bentuk kepala yang membesar, karena tulang tengkorak sudah keras dan persambungan antara bagian-bagian tulang tengkorak telah menutup.
Penyakit ini pun selain
membuat kepala membesar,juga menyebabkan kedua kaki pasien mengecil dan
mengalami kelumpuhan.
(Ebed
de Rosary)
Wartawan CDN ( cendananews.com )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar