![]() |
| Drs.Epe Epelinus alumni SDK Wetakara |
MAUMERE
– Moment
perayaan satu abad SDK Wetakara di desa Habi kecamatan Kangae kabupaten Sikka
menjadi momentum bagi para alumni dan masyarakat desa Habi guna membangun
sebuah SMP.
SMP Nubarak yang
terletak di desa Watuliwung ini didirikan di wilayah desa Watuliwung dan
diharapkan agar bisa menampung anak-anak di wilayah kecamatan Kangae khusunya
desa Habi,Watuliwung dan desa sekitarnya.
Demikian disampaikan
Drs.Epe Epelinus alumni SDK Wetakara kepada Cendana News,Senin
(1/8/2016).Dikatakan Epe,masyarakat dan para alumni termotivasi mendirikan SMP
Nubarak desa Watuliwung dengan visi berbasis kearifan lokal dan budaya.
“Kami sudah menyiapkan
dana untuk membangun sekolahnya dan ditargetkan tahun ini sudah dibangun agar
tahun depan sudah bisa mulai berkatifitas,”ujarnya.
Dijelaskannya,pihaknya mencari
format pendidikan berbasis wilayah dan ini merupakan wujud dari perjuangan satu
abad SDK Wetakara desa Habi.Untuk itu hadirnya sebuah sekolah baru bisa
menjawab kebutuhan akan pendidikan di wilayah ini.
Ir.Blasius Gharu,Msi
salah satu alumni dan pencetus pembangunan SMP Nubarak saat ditemui Cendana
News di tempat yang sama mengakui,para alumni dan masyarakat sepakat membangun
lembaga advokasi pendidikan semacam yayasan untuk mengawal pendidikan anak-anak
di wilayah Habi agar tidak putus sekolah.
“Kami mengadvokasi
orang tua agar memilih pendidikan yang baik dan memotivasi anak-anak untuk
bersekolah sampai sarjana,” tegasnya.
Dikatakan Direktur
Politani Kupang ini,membangun hidup,penddikan sangat penting dan ini sebuah
tantangan.Ini memotivasi kami apara alumni SDK Wetakara merintis pembangunan
SMP yang nantinya kami akan jadikan sekolah negeri.
“Nantinya yayasan
memberi dukungan dimana anak-anak yang orang tuanya tidak mampu akan dicarikan
jalan untuk pembiayaan pendidikan mereka,” terangnya.
Dikatakan Blasius,para
alumni mengadvokasi orang tua supaya memberikan perhatian sungguh terhadap
pendidikan anak-anak.Selama ini tidak ada gerakan nyata,orang tua harus
betul-betul menyadari pentingnya pendidikan dan yayasan juga memberikan pengarahan
agar orang tua memilih sekolah yang sesuai kemampuan anak.
“Kami dulu sekolah asal
sekolah saja dan berkembang sendiri.Ini yang membuat kami menyadari dan ingin
mendorong agar generasi ke depannya tidak seperti kami,” ungkapnya.
Ditambahkan
Blasius,pihaknya juga menyadari bahwa mendirikan sekolah bukan pekerjaan
mudah,sehingga bersepakat SMP yang nantinya didirkan akan menjadi sekolah
negeri sehingga bisa memiliki dana cukup serta bisa berkembang dengan baik.
Dirinya mengakui,tidak
mungin yayasan membantu hanya sekedar memberikan uang namun mencari bantuan dari
berbagai lembaga terkait beasiswa dan pembiayaan pendidikan sebab masyarakat
desa Habi kurang informasi.
“Mari kita mulai,mari
kita bermimpi bersama agar ke depannya anak-anak di daerah kami bisa menjadi
orang yang dibanggakan keluarga dan wilayah kami,” pungkasnya.
(Ebed
de Rosary)
Wartawan CDN - CendanaNews.Com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar