Laman

Minggu, 08 Mei 2016

Ijasah Paket C Kades Nelle Urung Terindkasi Palsu





 Benediktus Lewe, petugas pada Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga yang menangani ijasah paket C.
 MAUMERE – Kasus dugaan penggunaan ijasah Paket C yang diduga palsu oleh Kades Nelle Urung kecamatan Nelle kabupaten Sikka, Yulius Welung kian menemukan titik terang. Nama Yulius disebutkan tidak terdaftar di data Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga kabupaten Sikka untuk mengikuti ujian Paket C.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Sikka, Simon Subsidi, yang ditemui Cendana News di ruang kerjanya, Kamis (3/3/2016), mengaku sudah mengetahui informasi dugaan ijazah palsu tersebut.
Simon mengatakan, informasi resminya akan diberikan setelah pihaknya menelusuri kebenaran dugaan penggunaan ijasah ini oleh Kades YW yang baru dilantik bupati Sikka, Senin (29/2/2016) bersama 31 kepala desa lainnya.
Simon saat ditanyai Cendana News terkait tindakan yang akan dilakukan dinasnya, kembali menyebutkan akan meneruskan informasi ini ke bupati Sikka. Mantan Kepala Inspektorat Sikka ini mengatakan, hal ini perlu dilakukan sebab YW baru saja dilantik Bupati Sikka.
Benediktus Lewe, bendahara gaji pada Dinas PPO Sikka, yang ditemui wartawan, Selasa (1/3/2016 ) mengatakan, nama YW tidak terdaftar di data peserta ujian Paket C.Benediktus yang pernah bertugas  pada Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) sejak 1995 sampai 2014 mengaku tidak menemukan nama YW dalam buku catatannya.
“Kalau dia pakai ijazah Paket C Tahun 2007 saya menduga itu ijazah palsu karena dia tidak pernah terdaftar di tahun 2007. Tidak ada yang namanya YW terdaftar sebagai  sebagai peserta Paket A, Paket B, dan Paket C, “ ujar Benediktus setelah mengecek buu catatan pengambilan ijasah Paket C.
Pada buku data pengambilan ijazah dia menulis keterangan pengambilan ijazah, dari nama peserta, nomor ijazah, nomor seri, tanggal pengambilan dan tanda tangan peserta. Bendiktus juga diberi tugas menulis seluruh data pada ijazah, termasuk untuk ijazah Paket C di Tahun 2007.
Ijasah yang dipergunakan Kades Nelle Urung yang diduga palsu.
Terdapat beberapa kejanggalan dalam foto copy ijasah Paket C atas nama YW.Diakatakan benediktus, huruf asli tulisannya hanya tertinggal pada tulisan nomor seri dan tulisan nama kepala dinas, sedangkan tulisan lainnya sudah bukan hurufnya lagi. 

Kejanggalan kedua sambungnya, selain cap tiga jari di atas foto, terlihat juga ada tanda tangan dari samping kiri foto. Menurut Bendiktus, untuk ijazah hanya berlaku cap jempol tanpa tanda tangan. 

Sementara kejanggalan berikutnya, sambung Benediktus, cap stempel Dinas Pendidikan yang asli diameternya lebih kecil jika dibandingkan dengan diameter cap stempel Dinas Pendidikan pada fotocopy ijazah tersebut. Juga nomor induk 094, nomor seri 24PC0800038, dan nomor ijazah 138618 yang tertera pada fotocopy ijazah yang diduga palsu, adalah milik seorang peserta bernama Fransiska Karolina.

Peserta ini sambungnya, tidak lulus pada SMAK St. Gabriel, dan waktu itu langsung mengikuti ujian persamaan.Nama Fransiska Karolina ungkap Benediktus, juga terdata pada buku pengambilan ijazah, di mana yang bersangkutan mengambil ijazah Paket C Tahun 2007 pada 14 Februari 2008.

Untuk diketahui,, salah satu dari 32 kepala desa (kades) terpilih dalam Pilkades serentak 31 Januari 2016 dan dilantik bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, Senin (29/2/2016) diduga menggunakan ijasah palsu dalam pencalonannya.Kades bernama YW asal desa Nelle Urung kecamatan Nelle tersebut dipersoalkan oleh masyarakat.

Hal ini disampaikan Siflan Angi, Senin (29/2/2016) kepada Cendana News dan rekan wartawan usai pelantikan serentak 32 kades terpilih yang dilaksanakan di aula Unipa Maumere. Siflan yang juga ketua fraksi partai Nasdem DPRD Sikka tersebut menunjukan bukti foto copy ijasah yang dipergunakan Yulius.

Ebed de Rosary
Wartawan Cendana News.Com (CDN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar