![]() |
|
Benediktus Lewe, petugas
pada Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga yang menangani ijasah paket C.
|
MAUMERE – Kasus
dugaan penggunaan ijasah Paket C yang diduga palsu oleh Kades Nelle Urung
kecamatan Nelle kabupaten Sikka, Yulius Welung kian menemukan titik terang.
Nama Yulius disebutkan tidak terdaftar di data Dinas Pendidikan,Pemuda dan
Olahraga kabupaten Sikka untuk mengikuti ujian Paket C.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Sikka,
Simon Subsidi, yang ditemui Cendana News di ruang
kerjanya, Kamis (3/3/2016), mengaku sudah mengetahui informasi dugaan ijazah
palsu tersebut.
Simon mengatakan, informasi resminya akan diberikan
setelah pihaknya menelusuri kebenaran dugaan penggunaan ijasah ini oleh Kades
YW yang baru dilantik bupati Sikka, Senin (29/2/2016) bersama 31 kepala desa
lainnya.
Simon saat ditanyai Cendana News terkait tindakan yang
akan dilakukan dinasnya, kembali menyebutkan akan meneruskan informasi ini ke
bupati Sikka. Mantan Kepala Inspektorat Sikka ini mengatakan, hal ini perlu
dilakukan sebab YW baru saja dilantik Bupati Sikka.
Benediktus Lewe, bendahara gaji pada Dinas PPO Sikka,
yang ditemui wartawan, Selasa (1/3/2016 ) mengatakan, nama YW tidak terdaftar
di data peserta ujian Paket C.Benediktus yang pernah bertugas pada Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS)
sejak 1995 sampai 2014 mengaku tidak menemukan nama YW dalam buku catatannya.
“Kalau dia pakai ijazah Paket C Tahun 2007 saya menduga
itu ijazah palsu karena dia tidak pernah terdaftar di tahun 2007. Tidak ada
yang namanya YW terdaftar sebagai sebagai peserta Paket A, Paket B, dan
Paket C, “ ujar Benediktus setelah mengecek buu catatan pengambilan ijasah
Paket C.
Pada buku data pengambilan ijazah dia menulis keterangan
pengambilan ijazah, dari nama peserta, nomor ijazah, nomor seri, tanggal
pengambilan dan tanda tangan peserta. Bendiktus juga diberi tugas menulis
seluruh data pada ijazah, termasuk untuk ijazah Paket C di Tahun 2007.
![]() |
| Ijasah yang dipergunakan Kades Nelle Urung yang diduga palsu. |
Terdapat beberapa
kejanggalan dalam foto copy ijasah Paket C atas nama YW.Diakatakan benediktus,
huruf asli tulisannya hanya tertinggal pada tulisan nomor seri dan tulisan nama
kepala dinas, sedangkan tulisan lainnya sudah bukan hurufnya lagi.
Kejanggalan kedua sambungnya, selain cap tiga jari di atas foto, terlihat juga ada
tanda tangan dari samping kiri foto. Menurut Bendiktus, untuk ijazah hanya
berlaku cap jempol tanpa tanda tangan.
Sementara kejanggalan
berikutnya, sambung Benediktus,
cap stempel Dinas Pendidikan yang asli diameternya lebih kecil jika
dibandingkan dengan diameter cap stempel Dinas Pendidikan pada fotocopy ijazah
tersebut. Juga nomor induk 094, nomor seri 24PC0800038, dan nomor ijazah 138618
yang tertera pada fotocopy ijazah yang diduga palsu, adalah milik seorang
peserta bernama Fransiska Karolina.
Peserta ini sambungnya,
tidak lulus pada SMAK St. Gabriel, dan waktu itu langsung mengikuti ujian
persamaan.Nama Fransiska Karolina ungkap Benediktus, juga terdata pada buku
pengambilan ijazah, di mana yang bersangkutan mengambil ijazah Paket C Tahun
2007 pada 14 Februari 2008.
Untuk diketahui,, salah satu dari 32 kepala
desa (kades) terpilih dalam Pilkades serentak 31 Januari 2016 dan dilantik
bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, Senin (29/2/2016) diduga menggunakan
ijasah palsu dalam pencalonannya.Kades bernama YW asal desa Nelle Urung
kecamatan Nelle tersebut dipersoalkan oleh masyarakat.
Hal ini disampaikan Siflan Angi,
Senin (29/2/2016) kepada Cendana News dan rekan wartawan usai pelantikan
serentak 32 kades terpilih yang dilaksanakan di aula Unipa Maumere. Siflan yang
juga ketua fraksi partai Nasdem DPRD Sikka tersebut menunjukan bukti foto copy
ijasah yang dipergunakan Yulius.
Ebed de Rosary
Wartawan Cendana News.Com (CDN)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar