MAUMERE – Rencana strategi
Pengembangaan Anak Usia Dini Holistik dan Integratif (PAUD HI) di
kabupaten Sikka untuk 5 tahun ke depan harus segera disusun. Renstra ini
penting dan harus ditindaklanjuti dengan pembentukan gugus tugas yang akan mengimplementasikan
di lapangan nantinya.
Hal ini disampaikan, Eka
Hadiyanto, Program Area Manager Flores, Plan Internasional saat ditemui Cendana
News di kantornya, Kamis (3/3/2016). Dikatakan Eka, sapaannya, untuk
mewujudkannya, Plan Sikka membuat Workshop Road Map atau Rencana Aksi Daerah
PAUD HI di Kabupaten Sikka berlangsung sejak Selasa (1/3/2016) hingga Kamis
(3/3/2016).
Workshop yang digelar bersama
Pemkab Sikka yang berlangsung di Aula rujab Bupati Sikka ini sebut Eka sangat penting
guna menyamakan persepsi para pemangku kepentingan di kabupaten Sikka. Road Map
ini penting tambahnya, karena setiap orang mengerjakan secara terpisah-pisah.
“ Kalau digabung menjadi satu
maka kerjanya lebih efektif. Untuk mencapai itu maka kita dorong pembentukan
gugus tugas yang terdiri dari berbagai elemen.Bupati juga meminta agar hasil
Road Map ini dimasukan dalam rencana pembangunan di tahun 2017,” kata Eka.
![]() |
| Eka Hadiyanto, Program Area Manager Flores Plan Internasional. |
Selain itu sebut Eka, pihaknya
mendorong Pemkab Sikka dan DPRD Sikka agar membuat Perda terkait PAUD. Ranperda
tersebut lanjut Eka sudah dibahas dan sedang melewati proses akhir untuk
ditetapkan menjadi Perda. Plan Sikka lanjutnya, hanya ingin memastikan PAUD HI
bukan sekedar diskusi judul, tapi semua pemangku kepentingan mengetahui arahnya
kemana, pencapaiannya kemana dan siapa yang terlibat sebab hal itu sangat
penting.
“ Kami bukan pemain utama, kami
hanya mendorong dan memastikan agar hal ini bisa berjalan. Kita mau membuat
peta jalan PAUD HI, menyamakan perepsi. Kenapa di pemerintah harus ada 3 SKPD
yang menangani, kenapa tidak digabung menjadi satu sehingga semuanya
terintegrasi, “ tuturnya.
Pengembangan usia dini ini jelas
Eka, sebenarnya berada dalam rentang usia 0 sampai 3 tahun dan 3 sampai 6 tahun
tapi harusnya dimulai saat seorang ibu hamil dimana pola pengasuhan, pemberian
nutrisi yang cukup hingga melahirkan.
Pemanganan sejak dini kata Eka merupakan
dasar, rentang usia yang sangat krusial bagi pertumbuhan manusia berikutnya.
Kalau hal ini tidak dilakukan ujar Eka, maka jangan berharap anak kita ke
depannya akan menajdi baik.
“ Salah satu contoh, apabila kita
berkata kasar terhadap anak-anak, hal ini akan tersimpan dengan baik oleh mereka.
Kalau orang tuanya boleh memaki, boleh memukul maka saya juga boleh melakukan
itu. Ini yang harus kita putus mata rantainya, “ ungkapnya.
.
Plan sambung Eka, percaya bahwa
anak adalah generasi yang akan menjadi pemimpin masa depan. Semua anak
mempunyai kesempatan dan hak yang sama untuk berkembang. Untuk itu papar Eka
Plan menterjemahkannya dalam program-programnya dimana salah satunya
Pengembangan Anak usia Dini. Untuk di kabupaten Sikka papar Eka, pihaknya baru
men dampingi 97 desa dari 147 desa dan kelurahan yang ada.
“ Perlu diidentifikasi peran
SKPD, pihak kecamatan dan desa serta pemangku kepentingan guna menyuskseskan
PAUD HI Sikka. Diharapkan dengan adanya workshop ini semunya bisa satu
persepsi, “ harap Eka.
Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar
Rera saat membuka kegiatan workshop, memotivasi semua pimpinan Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) yang mengurus kesehatan dan pendidikan anak usia dini
agar mulai membangun pengembangan anak usia dini holistik dan integratif.
Ansar meminta Bappeda Sikka agar
harus mulai tahun ini (2016) merancang program agar di tahun 2017 semua desa
memiliki program PAUD HI dan masuk ke dalam rencana pembangunan di tingkat
kabupaten.
Ketua Team Penggerak PKK
kabupaten Sikka,Ibu Irma Tibuludji Rera, yang ditemui Cendana Newws,Kamis
(3/3/2016) di sela-sela kegiatan mengatakan, kegiatan workshop dan road map ini
sangat membantu pemerintah terutama pembentukan gugus tugas dalam pengembangan
anak usia dini. Dikatakan ibu Irma, dengan adanya gugus tugas bisa diketahui bagaiman
peran semua SKPD yang masuk didalamnya.
“ Dengan adanya gugus tugas
diharapkan ke depannya pelayanan terhadap anak sudah terpadu dan tidak tumpang
tindih ” ujar Ibu Irma.
Peran PKK sendiri beber isteri
hupati Sikka ini yakni mengimplementasikannya dalam keluarga sesuai dengan
tugas pokok PKK yang terdapat dalam 4 Pokja dimana pokja satu terkait pola asuh
anak, pokja dua pendidikan, pokja tiga tentang pangan serta pokja empat terkait
kesehatan.
“ Kita sudah dibekali selama 8 tahun
oleh Plan sehingga apa yang didapat akan kita tularkan ke kecamatan.Sisa dari
kecamatan yang belum dibina Plan akan kami tangani sampai ke desa, “ papar
Irma.
Pengembangan anak usia dini di
Sikka dilihat Irma semakin lama semakin baagus namun faktor geografis yang
sering menjadi kendala. Selain itu point positifnya sambung Irma, di desa sudah
ada regulasi pemakaian dana desa untuk pendidikan anak usia dini. Pemkab Sikka tutur
Irma, sangat membantu dan PKK Sikka bersama Pemkab Sikka sudah sepakat menjadikan
kabupaten Sikka sebagai kabupaten layak anak.
Intervensi ke arah itu sambungya
sudah dilakukan sejak bayi berada dalam kandungan seribu hari pertama, bagaimana
peran keluarga terutama suami membantu sang isteri yang sedang hamil. Jika hal
ini dilakukan secara baik sangat bermanfaat menekan angka kematian ibu dan anak
terutama lewat kegiatan posyandu.
Irma berharap mudah-mudahan
dengan kegiatan ini, semua pembangku kepentingan selalu kompak dan saling
kordinasi, bekerjasama secara baik dalam gugus tugas sehingga cita-cita kita
mendapatkan anak-anak Sikka yang cerdas, sehat, berakhlak mulia bisa tercapai .
“ Ini penting untuk masa depan
generasi muda nantinya.Visi Satu sikka mandiri dan sejahtera bisa tercapai bila
salah satunya kalau anak-anak dan ibu diperhatikan secara baik sejak awal,”
punkas Irma.
Kegiatan yang dimotori Plan
Internasional Sikka ini berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh PKK
kabupaten Sikka, Badan Pemberdayaan Masyarakat, dinas PPO, Bappeda, Badan
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan dan LSM
pemerhati PAUD.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar