Laman

Sabtu, 12 November 2011

Saat Kurindukan


Saat kurindukan perjumpaan rawan berdua
Kenapa harus terulur lewat putaran jam
Yang selalu menyiasati kehendak angan
Dalam udara lembab,suara-suara tanpa dasar
Bakal kuserahkan pada siapa
Duka yang telah lama tinggal?

Ngigau dingin tidurku beku
Ranjang batu dengan impian garam
Meremas-remas kekecewaan lindap bayangmu
( dan desah nafasmu menyatu dengan jam )

Saat kurindukan jumpaku rindukanmu kembali
Debar rongga dada memecah keheningan pandang
Yang mendadak nanar..Terpukau
Baying disana berpelukan erat,
Berdekap dengan kesunyian masing-masing
Karena batas jarak berdua, beda cakrawala
Hanya terkaca diri sendirian terjaga, rasa

“ Sadari sendiri, bahwa yang tiada terkata
Lebih kekal adanya! “.

Malang,1979
Sajak : Wahyu Prasetya Suwarna
Dikutip dari buku : Nafas Telanjang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar