Laman

Sabtu, 12 November 2011

Kita Hanya Berseberangan


Kita hanya berseberangan berjalan
Saling pandang langkah hari berceceran
Sepanjang jalan
Berkelok dari awal hingga akhir
( dan segala kejadian luluh mencair
Duka terwujud saat kau tak hadir )

Banyak sudah kata demi kata tumpah
Bermacam suara bergema ruah
Maka biar berlanjut hingga kini
Tangan dan hati mudaj sama gelisah
Mencoba mencari arti diri sendiri
Dengan guratan ujung-ujung sepi
Tandas berleleran di atas kertas
Walau tahu diri berkali terhempas

Kita hanya berseberangan
Tidak usah saling bimbang
Karena ini jalan banyak jurusan
Toh kita Cuma punya satu pilihan
Hidup
Atau lunglai di pangkuan jam
Terkulai garis nasib sialan..

Malang,1980
Sajak : Wahyu Prasetya Suwarna
Dikutip dari buku : Nafas Telanjang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar