
- Seketika kehijauan memucat
Wajah terdekap, betapa pucat?
Untuk siapa dekap hangat berdua,
bayangan
Duka terlena mengangkat rupa jadi
merona
Dalam cium panjang, meletihkan waktu
berpaling
Susuti peluhmengucur dari setiap
dinding
Batas kita berdua,
Hingga dekap bara dada
Melucak nafsu bibir-bibir waktu
Buai nikmat sendiri,bah,berlupa
Diri atas diri, Cuma tubuh tergulir
basah
Mencoba memimpikan keindahan hati
Dan kau, aku
Menarik bersama kehendak bertautan
senada
Dari arah berbeda, menyerap rindu
disana
Antara pelukan erat tiada berjarak
Bagi berdua diri, pesona rupa dasar
kaca
Menghempaskan lagi gemetar mulut
Menjulur lidah menjilat manis madu
rindu
Di ujung tenaga Saturday tubuh atas
tubuh
Tergolek menemu istilah
Dalam genang bisa memerah
Malang,1979
Sajak : Wahyu Prasetya Suwarna
Dikutip dari buku : Nafas Telanjang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar