Laman

Sabtu, 12 November 2011

Bagi Berdua


-    Seketika kehijauan memucat
Wajah terdekap, betapa pucat?

Untuk siapa dekap hangat berdua, bayangan
Duka terlena mengangkat rupa jadi merona
Dalam cium panjang, meletihkan waktu berpaling
Susuti peluhmengucur dari setiap dinding
Batas kita berdua,

Hingga dekap bara dada
Melucak nafsu bibir-bibir waktu
Buai nikmat sendiri,bah,berlupa
Diri atas diri, Cuma tubuh tergulir basah
Mencoba memimpikan keindahan hati
Dan kau, aku
Menarik bersama kehendak bertautan senada
Dari arah berbeda, menyerap rindu disana
Antara pelukan erat tiada berjarak
Bagi berdua diri, pesona rupa dasar kaca
Menghempaskan lagi gemetar mulut
Menjulur lidah menjilat manis madu rindu
Di ujung tenaga Saturday tubuh atas tubuh

Tergolek menemu istilah
Dalam genang bisa memerah

Malang,1979
Sajak : Wahyu Prasetya Suwarna
Dikutip dari buku : Nafas Telanjang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar