“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini,
pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang”
“Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai
Dan, apa yang kucintai kini akan kucintai sampai akhir hidupku,
karena cinta ialah semua yang dapat kucapai
dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya”
“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku sebengis kematian
Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara di dalam pikiran malam.
Hari ini aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari.
Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang,
sepatah kata, sebuah desakan dan sekecup ciuman”
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
“pabila cinta memanggilmu ikutilah dia walau jalannya berliku-liku Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu”
“kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar
suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang”
“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta terus hidup sampai kematian datang
dan menyeret mereka kepada Tuhan”
“Jangan menangis, Kekasihku Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar