Laman

Sabtu, 07 Juli 2012

Upaya Komodo Mempertahankan Hidup

Varanus komodoensis atau Komodo adalah kadal terbesar dalam famili Varanidae. Varanus Komodoensis kini merupakan satu-satunya reptile purba yang masih tersisa di muka bumi. Panjang binatang purba ini  dapat mencapai 3 meter dengan berat mencapai 90 kg. Saat ini diperkirakan jumlah Komodo tinggal sekitar 2.500 ekor.
Binatang purba  ini menarik karena kelangkaannya dan mitos yang beredar tentangnya. Binatang Komodo disebut-sebut merupakan peninggalan zaman Jurassic. Konon, saat itu bumi ini didominasi oleh kelompok reptile seperti dinasourus, alosaurus, stegosaurus dan apotosaurus.
Suatu ketika terjadi hujan meteor. Dinasourus dan kawan-kawannya berjuang mempertahankan hidup di bumi yang mengalami musibah dasyat itu. Satu per satu dari kelompok reptile tersebut kemudian menyerah punah tergantikan oleh spesies baru yang kemudian muncul dan menang beradaptasi.
Hanya satu yang mampu bertahan hidup yakni megalaima presca. Spesies ini disebut-sebut merupakan nenek moyang dari binatang Komodo yang kita kenal sekarang ini. Diperkirakan ukuran dari  nenek moyang Komodo itu lebih besar dari Komodo yang sekarang.
Banyak teori yang berkembang seputar asal usul Komodo. Sebuah teori meyakini bahwa sang nenek moyang Komodo berasal dari Jawa yang dulu kala, menyeberang ke Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Sedangkan teori lain meyakini bahwa komodo berasal dari benuaAustralia.
Teori ini menyatakan bahwa pada zaman pliocence yakni kira-kira 18.000 tahun yang lalu, permukaan air laut lebih rendah sekitar 85 meter dibandingkan dengan sekarang ini. Komodo kemudian berenang ke arah utara ke Pulau Sumba, Timor, Flores, Sabu dan Rote. 
Terlepas dari beragam teori tentang asal usul Komodo, binatang purba yang masih hidup dan hanya ada di pulau Komodo, awalnya hidup dalam suasana aman dan tenteram. Namun, seiring dengan hiruk pikuk kehidupan manusia, lama kelamaan keberadaan binatang langka itu pun semakin terancam punah.
Pembangunan dan perkembangan populasi manusia menjadi saingan terberat bagi keberlangsungan hidup Komodo. Saat manusia mengakupansi habitan Komodo untuk tempat tinggalnya, maka Komodo pun diburu.
Hilangnya habitat beserta binatang liar lainnya seperti rusa, babi hutan, kerbau dan kuda yang menjadi makanan utama Kómodo, mengancam kepunahan Komodo di pulau itu. Namun, lagi-lagi keberhasilan Komodo dalam mempertahankan hidup dan spesiesnya menjadi sumber kekaguman dunia.
Konon, sang nenek moyang Komodo berburu stegodon (semacam gajah purba), namun saat stegodon punah, Komodo mengalihkan buruannya. Kini Komodo dikenal memiliki spektrum makanan yang luas dari kerbau, babi hutan, rusa bahkan siput dan ikan.
Zaman manusia menjadi penguasa di bumi ini, sesungguhnya Komodo terselamatkan dengan ditetapkannya kawasan Komodo sebagai daerah koservasi. Dengan menjadikan Pulau Komodo sebagai Taman Nasional, seluruh sendi kehidupan dilindungi dan dijaga kelestariannya.
Meski demikian,  nasib Komodo dari waktu ke waktu semakin terancam punah baik oleh aktivitas manusia maupun oleh degradasi lingkungan alam sekitarnya. Ancaman kepunahan populasi Komodo lebih disebabkan oleh praktek perburuan liar terhadap rusa, kerbau dan babi hutan yang merupakan mangsa utama Komodo. Para pemburu liar melakukan perburuan dengan cara membakar hutan. Hasil buruan mereka, dijual ke sejumlah pasar gelap atau untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga.

Sumber : Floresbangkit.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar