Binatang purba ini menarik karena kelangkaannya dan mitos yang
beredar tentangnya. Binatang Komodo disebut-sebut merupakan peninggalan
zaman Jurassic. Konon, saat itu bumi ini didominasi oleh kelompok reptile seperti dinasourus, alosaurus, stegosaurus dan apotosaurus.
Suatu ketika terjadi hujan meteor. Dinasourus dan kawan-kawannya
berjuang mempertahankan hidup di bumi yang mengalami musibah dasyat itu.
Satu per satu dari kelompok reptile tersebut kemudian menyerah punah
tergantikan oleh spesies baru yang kemudian muncul dan menang
beradaptasi.
Hanya satu yang mampu bertahan hidup yakni megalaima presca.
Spesies ini disebut-sebut merupakan nenek moyang dari binatang Komodo
yang kita kenal sekarang ini. Diperkirakan ukuran dari nenek moyang
Komodo itu lebih besar dari Komodo yang sekarang.
Banyak teori yang berkembang seputar asal usul Komodo. Sebuah teori
meyakini bahwa sang nenek moyang Komodo berasal dari Jawa yang dulu
kala, menyeberang ke Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Sedangkan teori lain meyakini bahwa komodo berasal dari benuaAustralia.
Teori ini menyatakan bahwa pada zaman pliocence yakni
kira-kira 18.000 tahun yang lalu, permukaan air laut lebih rendah
sekitar 85 meter dibandingkan dengan sekarang ini. Komodo kemudian
berenang ke arah utara ke Pulau Sumba, Timor, Flores, Sabu dan Rote.
Terlepas dari beragam teori tentang asal usul Komodo, binatang purba
yang masih hidup dan hanya ada di pulau Komodo, awalnya hidup dalam
suasana aman dan tenteram. Namun, seiring dengan hiruk pikuk kehidupan
manusia, lama kelamaan keberadaan binatang langka itu pun semakin
terancam punah.
Pembangunan dan perkembangan populasi manusia menjadi saingan
terberat bagi keberlangsungan hidup Komodo. Saat manusia mengakupansi
habitan Komodo untuk tempat tinggalnya, maka Komodo pun diburu.
Hilangnya habitat beserta binatang liar lainnya seperti rusa, babi
hutan, kerbau dan kuda yang menjadi makanan utama Kómodo, mengancam
kepunahan Komodo di pulau itu. Namun, lagi-lagi keberhasilan Komodo
dalam mempertahankan hidup dan spesiesnya menjadi sumber kekaguman
dunia.
Konon, sang nenek moyang Komodo berburu stegodon (semacam gajah purba), namun saat stegodon punah,
Komodo mengalihkan buruannya. Kini Komodo dikenal memiliki spektrum
makanan yang luas dari kerbau, babi hutan, rusa bahkan siput dan ikan.
Zaman manusia menjadi penguasa di bumi ini, sesungguhnya Komodo
terselamatkan dengan ditetapkannya kawasan Komodo sebagai daerah
koservasi. Dengan menjadikan Pulau Komodo sebagai Taman Nasional,
seluruh sendi kehidupan dilindungi dan dijaga kelestariannya.
Meski demikian, nasib Komodo dari waktu ke waktu semakin terancam
punah baik oleh aktivitas manusia maupun oleh degradasi lingkungan alam
sekitarnya. Ancaman kepunahan populasi Komodo lebih disebabkan oleh
praktek perburuan liar terhadap rusa, kerbau dan babi hutan yang
merupakan mangsa utama Komodo. Para pemburu liar melakukan perburuan
dengan cara membakar hutan. Hasil buruan mereka, dijual ke sejumlah
pasar gelap atau untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga.Sumber : Floresbangkit.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar