Sebagai bentuk komunikasi non verbal, tanpa disadari sentuhan bisa
memberikan makna yang jauh lebih besar ketimbang dengan kata-kata.
Dengan sentuhan, kita dapat merasakan kenyamanan, kehangatan, dan
ketenteraman jiwa. Sehingga, selain memberi efek secara fisik berupa
relaksasi, sentuhan, dan pijatan juga menawarkan efek kedekatan sehingga
hubungan interpersonal antara Anda dan dia terasa lebih intens.
Sebuah
penelitian di Swedia menemukan bahwa sentuhan fisik bisa mengaktifkan
area emosi pada otak seseorang yang disentuh. Menurut Paul Dobransky,
MD, pakar hubungan hubungan dan penulis buku The Secret Psychology of How We Fall in Love, menghadapi kekasih dengan cara dan strategi yang tepat akan membuat si dia merasa semakin dekat dengan Anda.
Perhatikan bagian mana saja dari tubuh si dia yang harus disentuh dalam situasi tertentu.
1. Ketika marah: Remas perlahan otot trapeziusnya. Otot ini berada di area antara pundak dan leher belakang.
Ketika
dia marah dan emosi akan semakin banyak adrenalin yang terpompa dalam
tubuhnya, dan ini akan membuat dia berada dalam kondisi fight mode. Kondisi
ini yang kemudian membuat otot trapeziusnya menjadi lebih tegang.
Menyentuh dan sedikit meremasnya akan membantu mencegah suasana hati dia
agar tidak semakin memburuk. Jalur saraf area ini berjalan dua arah.
Selain sikap mental yang buruk yang membuat trapezius menjadi tegang,
merelaksasi area ini dengan pijatan ringan akan mengirimkan sinyal
penenang pada otaknya.
Tak hanya itu, kontak fisik ini secara
halus akan mengingatkan si dia bahwa Anda selalu berada di dekatnya.
Sentihan ini bisa disebut sebagai gestur positif yang akan membuat dia
berpikir bahwa Anda berdua adalah satu tim. Namun, bila kemarahan si dia
ditujukan kepada Anda, cobalah melakukan sentuhan ini dari belakang
tubuhnya, karena jika Anda melakukannya saat berhadapan, dia bisa
mengartikan gerakan Anda sebagai gerakan agresif.
2. Si dia stres: Belai cuping telinganya dengan lembut menggunakan ibu jari dan telunjuk.
Cara
ini seringkali dilakukan oleh terapis pijat untuk memberikan efek riles
pada pelanggannya. Menurut David Givens, PhD, direktur dari Center for
Nonverbal Studies, Washington, telinga dipenuhi dengan saraf sensitif
yang berhubungan langsung dengan otak, sehingga ketika distimulasi,
saraf-saraf tersebut akan langsung memerintahkan otak untuk langsung
meresponsnya. Saat mempraktikkan pada si dia, cobalah bereksperimen
dengan berbagai tekanan yang berbeda untuk mencari tahu sentuhan seperti
apa yang paling cepat membuatnya merespons.
Jika ingin
memberikan efek yang maksimal, belai cuping telinganya sambil
membisikkan kalimat romantis sekaligus menenangkan si dia. Tanpa
disadari, bisikan pada telinganya akan membentuk getaran kecil yang
membuat rambut halus di dalam telinganya berdiri. Ini akan membuat
sentuhan semakin efektif, karena Anda memperkuatnya dengan bisikan.
3. Si dia membutuhkan ungkapan cinta dari Anda: Mainkan jari jemari Anda di rambutnya.
Dobransky
mengatakan, biasanya sentuhan ini akan semakin ampuh jika dilakukan
bersamaan dengan gerakan lainnya, seperti merapikan bagian kerah
kemejanya. Karena dengan begitu ia memperoleh pesan yang sama dari
beberapa bagian tubuhnya. Atau Anda bisa menggunakan kedua tangan Anda
untuk memainkan rambutnya. Dengan dua tangan, efek yang dirasakan juga
menjadi dua kali lipat.
Bagi pria, cinta adalah hal yang rumit
untuk dibicarakan. Otak pria memang diprogram untuk lebih mampu
berkomunikasi lewat aksi daripada kata-kata. Inilah mengapa, memainkan
jemari Anda pada rambutnya akan membuat ia lebih mengerti perasaan Anda
kepadanya, begitu juga sebaliknya, memperlihatkan bagaimana perasaan si
dia pada Anda. Secara otomatis, gestur ini akan diartikan sebagai
ungkapan cinta.
4. Si dia bercerita: Duduklah di dekatnya dengan telapak tangan Anda mengarah ke atas.
Gerakan ini dikenal sebagai a half gesture,
karena gerakan ini mendorong dia untuk menyelesaikan aksinya. Coba deh,
saat Anda melakukan ini, dia pasti akan menangkupkan telapak tangannya
pada telapak tangan Anda. Gestur ini sangat efektif untuk membuatnya
mengetahui bahwa Anda benar-benar mendengarkan dia bercerita. Gerakan
ini akan membuat lawan bicara merasa terhubung dengan Anda.
Menurut
Dobransky, menyentuh tangan dia adalah cara dasar menunjukkan bahwa
Anda peduli. Begitu pun dengan telapak tangan yang terbuka akan memberi
sinyal pada otak si dia, bahwa Anda terbuka pada apa pun yang ingin ia
bicarakan.
Sumber : Kompas female
(Majalah Chic/Bestari Kumala Dewi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar