Laman

Selasa, 29 Mei 2012

Tiga Pertanyaan Kaisar


Dahulu kala,seorang kaisar sedang mencari sebuah falsafah hidup.Dia memerlukan kebijaksanaan sebagai pedoman dan untuk mengembangkan dirinya. Agama dan falsafah yang ada pada saat itu tidak memuaskannya. Jadi dia mencari falsafahnya sendiri melalui pengalaman hidup.
Akhirnya dia menyadari bahwa dia hanya memerlukan jawaban atas tiga pertanyaan mendasar. Dengan tiga jawaban ini,dia akan mendapatkan semua pedoman kebijaksanaan yang diperlukannya.
Tiga pertanyaan itu adalah :
1.     Kapankah waktu yang paling penting ?
2.     Siapakah orang yang paling penting ?
3.     Apakah hal yang paling penting untuk dilakukan ?

Setelah melalui pencarian panjang,yang merupakan bagia terpanjang dalam ceritera aslinya,akhirnya dia menemukan jawabannya saat mengunjungi seorang petapa. Menurut anda ,apa jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut? . Tolong lihat lagi pertanyaannya. Heninglah sejenak,sebelum anda melanjutkan membaca.

Kita semua tahu jawaban untuk pertanyaan pertama,tetapi kita terlalu sering melupakannya. Tentu saja,waktu yang paling penting adalah “ Saat Ini “.
Itulah satu-satunya waktu yang kita miliki. Jadi jika anda ingin member tahu ayah atau ibu anda,betapa anda benar-benar menyayangi mereka,betapa anda berterima kasih karena mereka adalah orang tua anda,lakukan sekarang juga. Jangan tunggu besok. Bukan lima menit lagi. Sekarang. Lima menit sering kali sudah terlambat. Jika anda perlu meminta maaf kepada pasangan anda,jangan banyak piker segala alasan. Lakukan saja sekarang juga. Kesempatan mungkin tak pernah dating kembali. Raihlah momennya.

Jawaaban untuk pertanyaan kedua benar-benar bermakna mendalam. Hanya sedikit orang yang mampu menjawab dengan benar. Ketika sebagai mahasiswa saya membacanya,makna yang terkandung di dalam jawaban itu telah memutar-mutarkan saya selama berhari-hari. Makna jawaban itu tak terbayangkan mendalamnya. Jawabanya,orang yang paling penting adalah
“ Orang yang  sedang bersama anda “.

Saya teringat ketika menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada beberapa profesor di kampus dan tak sepenuhnya didengarkan. Tampak luarnya mereka seperti mendengarkan,tetapi dalam hati mungkin mereka ingin saya cepat-cepat pergi. Mereka memiliki urusan yang lebih penting untuk dikerjakan. Itulah yang saya rasakan,kecut rasanya. Saya juga teringat saat memberanikan diri mendekati seorang dosen terkenal dan mengajukan sebuah pertanyaan pribadi, dan saya menjadi terkejut dan begitu gembira saat dia memberikan perhatian penuh kepda saya. Banyak profesor lain menunggu untuk berbicara dengannya,dan saat itu saya hanyalah seorang mahasiswa gondrong,namun dia membuat saya merasa dihargai. Sungguh beda.
Komunikasi dan cinta hanya dapat dibagi tatkala seseorang yang bersama anda tak peduli siapapun mereka,adalah orang yang paling penting sedunia bagi anda saat itu. Mereka merasakannya.Mereka mengetahuinya. Mereka menanggapinya.
Pasangan  suami- isteri sering kali mengeluhkan bahwa pasangan mereka tak sungguh-sungguh mendengarkan mereka.Apa yang mereka maksudkan adalah pasangan mereka tidak membuat diri mereka dihargai lagi. Para pengacara perceraian harus mencari pekerjaan lain jika setiap pasangan ingat akan jawaban dari pertanyaan kedua kaisar dan mempraktikkanya. Jadi tak peduli seberapa lelah atau sibuknya kita,saat kita bersama pasangan kita,kita membuat mereka menjadi orang yang paling penting sedunia.
Saat terbanyak dalam hidup anda adalah saat anda bersama diri sendiri. Karenanya,orang yang paling penting adalah orang yang bersama anda adalah anda. Ada banyak waktu untuk memberikan penghargaan bagi diri anda sendiri
Jawaban untuk pertanyaan ketiga sang kaisar “ apakah hal yang paling penting dilakukan ? “ adalah “ Peduli “.
Peduli berarti berhati –hati dan memedulikan.Jawaban itu melukiskan bahwa hal yang terpenting adalah mengerti asal muasal diri kita.

Sumber : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya
                 Buku Best Seller, ditulis oleh : Ajahn Brahm


Tidak ada komentar:

Posting Komentar