Dahulu kala,seorang kaisar sedang
mencari sebuah falsafah hidup.Dia memerlukan kebijaksanaan sebagai pedoman dan
untuk mengembangkan dirinya. Agama dan falsafah yang ada pada saat itu tidak
memuaskannya. Jadi dia mencari falsafahnya sendiri melalui pengalaman hidup.
Akhirnya dia menyadari bahwa dia
hanya memerlukan jawaban atas tiga pertanyaan mendasar. Dengan tiga jawaban
ini,dia akan mendapatkan semua pedoman kebijaksanaan yang diperlukannya.
Tiga pertanyaan itu adalah :
1.
Kapankah waktu yang paling penting ?
2.
Siapakah orang yang paling penting ?
3.
Apakah hal yang paling penting untuk
dilakukan ?
Setelah melalui pencarian panjang,yang merupakan bagia terpanjang dalam
ceritera aslinya,akhirnya dia menemukan jawabannya saat mengunjungi seorang
petapa. Menurut anda ,apa jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut? . Tolong
lihat lagi pertanyaannya. Heninglah sejenak,sebelum anda melanjutkan membaca.
Kita semua tahu jawaban untuk pertanyaan pertama,tetapi kita terlalu
sering melupakannya. Tentu saja,waktu yang paling penting adalah “ Saat Ini “.
Itulah satu-satunya waktu yang kita miliki. Jadi jika anda ingin member
tahu ayah atau ibu anda,betapa anda benar-benar menyayangi mereka,betapa anda
berterima kasih karena mereka adalah orang tua anda,lakukan sekarang juga.
Jangan tunggu besok. Bukan lima menit lagi. Sekarang. Lima menit sering kali
sudah terlambat. Jika anda perlu meminta maaf kepada pasangan anda,jangan
banyak piker segala alasan. Lakukan saja sekarang juga. Kesempatan mungkin tak
pernah dating kembali. Raihlah momennya.
Jawaaban untuk pertanyaan kedua benar-benar bermakna mendalam. Hanya
sedikit orang yang mampu menjawab dengan benar. Ketika sebagai mahasiswa saya
membacanya,makna yang terkandung di dalam jawaban itu telah memutar-mutarkan
saya selama berhari-hari. Makna jawaban itu tak terbayangkan mendalamnya.
Jawabanya,orang yang paling penting adalah
“ Orang yang sedang bersama anda “.
Saya teringat ketika menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada
beberapa profesor di kampus dan tak sepenuhnya didengarkan. Tampak luarnya
mereka seperti mendengarkan,tetapi dalam hati mungkin mereka ingin saya
cepat-cepat pergi. Mereka memiliki urusan yang lebih penting untuk dikerjakan.
Itulah yang saya rasakan,kecut rasanya. Saya juga teringat saat memberanikan
diri mendekati seorang dosen terkenal dan mengajukan sebuah pertanyaan pribadi,
dan saya menjadi terkejut dan begitu gembira saat dia memberikan perhatian
penuh kepda saya. Banyak profesor lain menunggu untuk berbicara dengannya,dan
saat itu saya hanyalah seorang mahasiswa gondrong,namun dia membuat saya merasa
dihargai. Sungguh beda.
Komunikasi dan cinta hanya dapat dibagi tatkala seseorang yang bersama
anda tak peduli siapapun mereka,adalah orang yang paling penting sedunia bagi
anda saat itu. Mereka merasakannya.Mereka mengetahuinya. Mereka menanggapinya.
Pasangan suami- isteri sering kali
mengeluhkan bahwa pasangan mereka tak sungguh-sungguh mendengarkan mereka.Apa
yang mereka maksudkan adalah pasangan mereka tidak membuat diri mereka dihargai
lagi. Para pengacara perceraian harus mencari pekerjaan lain jika setiap
pasangan ingat akan jawaban dari pertanyaan kedua kaisar dan mempraktikkanya.
Jadi tak peduli seberapa lelah atau sibuknya kita,saat kita bersama pasangan kita,kita
membuat mereka menjadi orang yang paling penting sedunia.
Saat terbanyak dalam hidup anda adalah saat anda bersama diri sendiri.
Karenanya,orang yang paling penting adalah orang yang bersama anda adalah anda.
Ada banyak waktu untuk memberikan penghargaan bagi diri anda sendiri
Jawaban untuk pertanyaan ketiga sang kaisar “ apakah hal yang paling
penting dilakukan ? “ adalah “
Peduli “.
Peduli berarti berhati –hati dan memedulikan.Jawaban itu melukiskan bahwa
hal yang terpenting adalah mengerti asal muasal diri kita.
Sumber : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya
Buku Best Seller, ditulis oleh
: Ajahn Brahm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar