Laman

Selasa, 22 Mei 2012

Ayam atau Bebek


Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah,seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan  tatkala mereka mendengar suara di kejauhan,
“ Kuek ! kuek ! “
“ Dengar,” kata si isteri, “ itu pasti suara ayam.”
“ Bukan,bukan>Itu suara bebek,” kata si suami.
“Nggak,aku yakin itu ayam,” si isteri bersikeras.
“Mustahil.Suara ayam itu’kukuruyuuuk!,bebek itu ‘kuek! Kuek!’ Itu bebek,sayang,” kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
“kuek!kuek!” terdengar lagi.
“Nah,tuh! Itu suara bebek,”kata si suami.
“Bukan, saying……Itu ayam ! Aku yakin betul ! “ tandas si isteri,sembari menghentakkan kaki.
“Dengar ya ! itu a…da…lah…be…bek,B-E-B-E-K. Bebek ! Tahu? ! “     si suami berkata dengan gusar.
“ Tetapi itu ayam !” masih saja si isteri bersikeras.
“ Itu jelas-jelas bue…bek!, kamu ini….! “
Terdengar lagi suara,”kuek!kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaliknya tak dikatakannya.
Si isteri sudah hampir  menangis,” tetapi itu ayam….”.
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata isterinya,dan akhirnya teringat kenapa kenapa dia menikahinya.Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, “ maafkan aku,sayang.Kurasa kamu benar,itu memang ayam kok.”
“Terima kasih,sayang,” kata si isteri sambil menggenggam tangan suaminya.
“ kuek! kuek!” terdengar lagi suara di hutan,mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Maksud dari ceritera bahwa si suami akhirnya sadar adalah : siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka,yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ ayam atau bebek”?.
Keika kita memahami ceritera tersebut,kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bbek.Lagi pula,betapa sering kita merasa yakin,amat sangat mantap,mutlak,bahwa kita benar,namun belakangan ternyata kita salah?. Lho siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetic sehingga bersuara seperti bebek?

Diambil dari Buku : Si Cacing Dan Kotoran KesayangannyaBuku Best Seller Karya ; Ajahn Brahm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar