Laman

Selasa, 22 Mei 2012

Anak-Anak Kelas B


Beberapa tahun yang lalu,sebuah penelitian di bidang pendidikan diadakan secara rahasia di sebuah sekolah di Inggris. Sekolah itu memiliki dua kelas untuk setiap kelompok anak-anak yang berusia sepantar. Pada akhir tahun ajaran diadakanlah sebuah ujian dalam rangka memilih anak-anak untuk pembagian kelas pada tahun berikutnya. Akan tetapi,hasil ujian itu tak pernah diumumkan.Dalam kerahasiaan,hanya kepala sekolah dan para pakar psikologi saja yang mengetahui kenyataannya,anak-anak yang mendapat peringkat satu ditempatkan di kelas yang sama dengan anak-anak yang mendapat peringkat empat dan lima,delapan dan Sembilan,dua belas dan tiga belas dan selanjutnya.Sementara anak-anak yang mendapat peringkat dua dan tiga pada ujian tersebut ditempatkan pada kelas yang sama dengan anak-anak yang mendapat peringkat enam dan tujuh,sepuluh dan sebelas dan selanjutnya.Dengan kata lain,berdasarkan kinerja selama ujian,anak-anak dibagi rata menjadi dua kelas.Para guru pun diseleksi berdasarkan kesetaraan kemampuan. Bahkan setiap ruang kelas diberi fasilitas yang sama. Segala sesuatunya dibuat setara mungkin,kecuali untuk satu hal : Satu disebut “ Kelas A “ dan yang lain disebut “ Kelas B “.
Pada kenyataannya,setiap kelas memiliki anak-anak yang setara kemampuannya. Tetapi di benak setiap orang,anak-anak dari kelas A dianggap sebagai anak-anak yang cerdas,sedangkan anak-anak dari kelas B dianggap tak begitu pandai. Beberap orang tua dari anak-anak kelas A mendapat kejutan yang menyenangkan karena anak-anaknya telah lulus dengan baik dan menghadiahi mereka dengan bingkisan dan pujian.Sementara beberapa orang tua dari anak-anak kelas B mengomeli dan menghukum anak-anaknya karena mereka dianggap tak berusaha cukuo keras selama ujian.Bahkan para guru pun mengajar anak-anak kelas B dengan sikap yang berbeda; dengan tidak berharap banyak dari mereka. Sepanjang tahun ajaran,ilusi tersebut terus dipertahankan. Lalu tibalah ujian akhir tahun berikutnya.
Hasilnya membuat merinding,tetapi tidak mengagetkan. Anak-anak kelas A menunjukan prestasi yang lebih baik daripada anak-anak kelas B. Pada kenyataannya,hasilnya juga akan seperti itu jika dulunya mereka terpilih sebagai setengah dari yang teratas pada ujian tahun lalu. Mereka benar-benar menjadi anak-anak kelas A (Nomor 1). Dan dikelompok lain,walaupun setara pada tahun lalu,mereka menjadi anak-anak kelas B (Nomor 2) sungguhan.Seperti apa mereka diajar sepanjang tahun,seperti apa mereka diperlakukan,seperti apa mereka dipercaya,demikianlah jadinya mereka.

Diambil dari Buku : Si Cacing Dan Kotoran KesayangannyaBuku Best Seller Karya ; Ajahn Brahm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar