Laman

Rabu, 23 Mei 2012

Aura Kontemporer Wayang Kampung Sebelah



Tidak salah jika Indonesia disebut sebagai negara gudang kreativitas. Seperti ide kreatif satu ini yang patut diacungkan jempol. Dua belas tahun silam, sekelompok seniman Solo melahirkan genre wayang baru yang dinamakan Wayang Kampung Sebelah.
Apa yang membuatnya begitu istimewa? Selain bahan boneka wayang yang terbuat dari kulit berbentuk manusia yang distilasi, wayang ini juga benar-benar menampilkan realita hidup. Tokoh-tokohnya adalah masyarakat kampung yang plural yang antara lain terdiri dari penarik becak, bakul jamu, preman, pelacur, Pak RT, Pak Lurah, hingga pejabat besar kota.
Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah ini berangkat dari keinginan membuat format pertunjukan wayang yang dapat menjadi wahana untuk mengangkat kisah realitas kehidupan masyarakat sekarang secara lebih lugas dan bebas tanpa harus terikat oleh norma-norma estetik yang rumit seperti halnya wayang klasik.
Yang juga menarik adalah diangkatnya isu-isu serius dengan muatan sinisme, satire, hingga kritikan tajam yang begitu dominan namun berhasil tampil dalam wajah yang lebih segar penuh humor dalam hal format alur, penokohan, dialog maupun syair lagu iringan.
Isu-isu yang diangkat adalah isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat masa kini baik mengenai politik, ekonomi, sosial, budaya maupun lingkungan. Akibat penyajian yang segar, tentu saja kening Anda tidak akan berkerut meski isu yang sesungguhnya begitu dalam.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa percakapan sehari-hari, baik bahasa Jawa maupun bahasa Indonesia sehingga pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah Anda tangkap. Yang istimewa, Wayang Kampung Sebelah pun dapat melayani pesanan lakon dengan catatan sejauh tidak bertentangan dengan asas kebenaran dan keadilan.
Ada lagi yang unik dari jenis wayang yang satu ini.
Berbeda dengan kebanyakan wayang pada umumnya, Wayang Kampung Sebelah tidak menggunakan iringan gamelan melainkan menggunakan iringan musik. Lagu-lagu iringannya lebih banyak menyajikan lagu-lagu karya sendiri.
Lihat saja munculnya instrumen flute, gitar, bass, drum, dan saxophone yang begitu dinamis, berpadu harmonis dengan kendang, suling, dan jimble. Tak jarang pertunjukan ini menghadirkan bintang tamu artis penyanyi atau pelawak yang sedang naik daun.
Selain itu, kisah dalam pertunjukan Wayang Kampung Sebelah bukan monopoli dalang. Pemusik maupun penonton berhak nyletuk menimpali dialog maupun ungkapan-ungkapan dalang, membuat pertunjukan ini begitu hidup dan interaktif.
Dalam setiap adegan, sangat mungkin berlangsungnya diskusi antara tokoh wayang, dalang, pemain musik, maupun penonton. Bahkan untuk kepentingan tertentu dapat dihadirkan nara sumber untuk melakukan diskusi membahas suatu persoalan sesuai tema yang disajikan.
Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah berdurasi sekitar dua sampai tiga jam. Untuk kondisi tertentu, pertunjukan dapat berlangsung dalam durasi kurang dari 60 menit. Tak heran jika dalam setiap penampilannya, pagelaran wayang kontemporer yang satu ini selalu mengundang semarak pengunjung. Begitu hidup, begitu aktual.

Sekretariat Wayang Kampung Sebelah
Alamat:  Siwal RT 05 RW 02, Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556
Telepon:  (0271) 7012718, 081 2297 3185
Situs:  http://wayangkampung.blogspot.com, http://sanggarpurbakayun.blogspot.com, http://orek-orek.blogspot.com


Sumber foto:  obyektif.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar