![]() |
| Areal persawahan di kecamatan Magepanda yang belum digarap maksimal Foto : Ebed de Rosary |
(Bagian Pertama)
Fokus Pembangunan Tetap pada Tiga
Program Unggulan
MAUMERE - Untuk tahun 2016 APBD kabupaten Sikka
sebesar1,1 triliun rupiah (Rp.1.119.370.000.000). yang terdiri dari PAD 98,85 miliar rupiah (Rp.98.858.138.792), Dana
Perimbangan sebanyak 903,38 miliar rupiah (Rp. 903.387.713.442), Pendapatan
Lain - Lain yang Sah sebesar 116,72 miliar rupiah (Rp. 116.724.143.766).
Untuk belanja dialokasikan sebesar 1,21 miliar rupiah (Rp. 1.219.581.664.527) yang terdiri dari
Belanja Tidak Langsung 671.73 miliar rupiah (Rp. 671.739.054.009) dan Belanja Langsung 547,8 miliar rupiah
(Rp.547.842.610.518).
“Pelaksanaan program pembangunan selama tahun 2016 mengacu pada Rencana
Pembangunan Jangka Manengah Daerah kabupaten Sikka 2013 sampai 2018,” sebut
Drs.Yoseph Ansar Rera.
Bupati Sikka perionde 2013 sampai 2018 ini saat konferensi pers kepada
media, Sabtu (31/12/ 2016) mengatakan,untuk tahun 2016 pemerintah tetap
melaksanakan program dan kegiatan yang terfokus pada program pembangunan daerah yang diarahkan untuk
mencapai 7 program utama pembangunan daerah.
Kebijakan untuk pemanfaatan belanja tidak langsung kata Ansar,
pemanfaatannya untuk masyarakat pada bantuan keuangan kepada pemerintahan desa
melalui Alokasi Dana Desa kepada 147 desa dan membiayai 8 partai politik yang
ada di wilayah kabupaten Sikka.
“Selain itu juga Belanja hibah dan Bantuan Sosial untuk pembangunan sarana
dan prasarana ibadah seperti gereja, kapela, masjid atau mushola sebanyak 36
unit,” tuturnya.
Kebijakan pelaksanaan program dan kegiatan pada belanja langsung lanjut
mantan Sekda Ende ini, lebih difokuskan pada 7 program perencanaan pembangunan
daerah.
Pertama, kata Ansar, percepatan pembangunan
perekonomian daerah berbasis sektor unggulan merupakan langkah strategis dalam
upaya meningkatkan daya saing daerah secara umum dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Ketiga sektor unggulan dimaksud adalah perkebunan, perikanan dan
pariwisata. Sektor perkebunan
lebih difokuskan pada pengelolaan pasca panen tanaman perkebunan dengan tetap
memperhatikan peningkatan produksi dan produktifitas tanaman perkebunan melalui
rehabilitasi dan pemeliharaan tanaman perkebunan.
“Sektor perikanan lebih
difokuskan peningkatan produksi perikanan dan sumber daya laut lainnya serta
membuka jaringan pemasarannya,” terangnya.
Sektor pariwisata urai Ansar,
lebih difokuskan pada pengelolaan obyek-obyek wisata unggulan seperti wisata
bahari, wisata budaya, wisata religi dan wisata alam. Pengadaan sarana dan
prasarana pariwisata, antara lain pembangunan pagar, pusat informasi
pariwisata, lopo dan rehab panggung di Pusat Jajanan dan Cenderamata Maumere
serta rehap pagar wisata rohani patung Kristus Raja.
Untuk sektor perkebunan, sebutnya, digunakan untuk penngkatan produksi
pertanian perkebunan, khususnya produksi mente, kakao dan kelapa dan untuk
peningkatan produksi perikanan dan kelautan.
“Untuk ketiga sekotro ini dialokasi anggaran sebesar 50,7 miliar rupiah (Rp50.703.249.407),” terangnya,
Program kedua ungkap Ansar yakni pengembangan infrastruktur sosial
dan ekonomi dimaksudkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber
daya ekonomi dan sosial yang tersedia, dengan tetap memperhatikan kualitas
lingkungan hidup.
Ketersediaan infrastruktur lanjutnya lebih difokuskan pada wilayah-wilayah
yang potensial khusus untuk tiga sektor ungulan relatif masih kurang sehingga
menghambat proses produksi dan jaringan pemasaran untuk sektor perkebunan dan
perikanan, serta menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata
yang menarik.
“Untuk pembangunan infrastruktur ini
kami alokasikan dana sebesar 231 miliar
rupiah untuk membangun jalan, jembatan, bendungan, jaringan irirgasi dan
turap,” paparnya.
Dana sebesar 231 miliar rupiah (Rp.
231.267.829.92) digunakan untuk pekerjaan jalan sebanyak 34
titik, antara lain ruas jalan Wolowiro – Nuaria, Bola – Sikka, Habi – Nelle,
Lambalena – Soko Ria, Tanangalu – Woloara dan Waigete – Galit.
Ada pula pembangunan jembatan 4 Unit yakni jembatan Soe Poa kecamatan Mego,
jembatan Waiara kecamatan Mapitara, jembatan Watu Leke desa Masabewa kecamatan
Paga dan jembatan Tuanggeo – Rokirole di kecamatan Palue.
Pembangunan daerah irigasi urai Ansar, berupa rehab bendungan 3 unit yakni
bendungan Wairhewar, Ae Kana dan Henga. Juga dilakukan peningkatan 6 unit
jaringan irigasi di Dagi Longga, Mase Kea, Tilang, Wodong, Wair Hewar dan Dage
Naka. Juga dilanjutkan dengan pembangunan lima turap kali yakni di Wairklau,
Nangalimang, Kaliwara, Natar Gete dan turab Kali Nativitas Nangahure.
“Dana tersebut juga untuk pembebasan
tanah lingkar luar sepanjang 3 kilometer, serta dimanfaatkan untuk pembangunan
jalan usaha tani,” jelasnya.
Selain itu papar mantan wakil bupati Sikka ini, juga dilakukan perbaikan
jalan dalam kota Maumere, pembangunan Taman Kota dan Monumen Tsunami di usat
perbelanjaan dan pertokoan Maumere, pembangunan Gedung Serba Guna di Jl Achmad
Yani Maumere, pembangunan lanjutan Sikka Inovation Centre di Wairklau Maumere. (Bersambung)
(Ebed de Rosary)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar