Laman

Jumat, 07 Juli 2017

Transparansi Pengelolaan Anggaran Hantar Desa Nita Menjuarai Lomba Desa Tingkat Provinsi

Kepala BPM kabupaten Sikka,Dra.Martha Huberty Pega

MAUMERE– Desa Nita kecamatan Nita kabupaten Sikka meraih juara pertama dalam lomba antar desa se kabupaten Sikka dan provinsi NTT.Desa Nita juga diutus mewakili provinsi NTT dalam lomba di tingkat nasional.

Pada tingkat nasional,desa Nita bersaing dengan utusan desa lainnya di regional IV meliputi provinsi Bali,NTB,Maluku,Maluku Utara,Papua dan Papua Barat.Dari penilaian sementara,desa Nita berada di peringkat ke-6.

Demikian disampaikan kepala Badan Pemberdayaan Masayarakat (BPM) kabupaten Sikka.Dra.Martha Huberty Pega saat ditemui Cendana News,Senin (1/8/2016).Dikatakan Martha,tim evaluasi perkembangan desa dan kelurahan regional IV sudah turun ke desa dan melakukan penilaian fisik.

“Kami harapkan desa Nita bisa meraih prestasi memuaskan di tingkat nasional,” ujarnya.

Dijelaskannya,lomba desa atau kelurahan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memajukan desa dan kelurahan lewat evaluasi yang dilakukan secara berjenjang.Team dari Kemendagri sudah turun ke desa Nita melakukan penilaian.

“Bila hasil penilaian memuaskan maka kepala desa akan diundang untuk mempresentasikan keberhasilannya di tingkat pusat guna dinilai desa mana yang terbaik tingkat nasional,” ungkapnya.

Team dari Kementerian Dalam Negeri 
sedang melakukan penilaian di desa Nita.
Ditambahkan mantan kepala Badan Ketahanan Pangan kabupaten Sikka ini,penilaian dilakukan meliputi 3 bidang yakni pemerintahan,kewilayahan dan kemasyarakatan.Kepala desa Nita sebutnya,memiliki banyak kreatifitas dan inovasi dalam penyelenggaran pemerintahan.

“Semua Perda dan Perbup sudah dijabarkan dalam peraturan desa dan peraturan kepala desa.Selain itu pengelolaan keuangan desa juga dilakukan secara transparan,” bebernya.

Dicontohkan Martha,pengelolaan keuangan dan APBDes dilakukan secara transparan dimana semuanya dicetak di baliho guna ditempelkan di kantor desa dan beberapa fasilitas umum seperti polindes,sekolah dan lainnya.

Selain itu tambahnya,juga ada brosur yang ditempelkan di papan informasi dan dibuatkan leaflet yang dibagikan kepada seluruh masyarakat desa Nita.

“Jadi masyarakat bisa mengetahui detail pembangunan dan pemakaian keuangan desa dan bisa memantaunya,”terangnya.

Dalam berbagai kegiatan dan pengambilan keputusan,masyarakat dan BPD selalu dilibatkan.Kantor desa dijadikan rumah desa sehingga masyarakat merasa memiliki kantor tersebut.Rumah desa ini melambangkan harmoni desa membangun.

“Kepala desanya sangat kreatif,inovatif dan mau mendengarkan.Hubungan antara kepala desa dan BPD terjalin baik dimana mereka saling melengkapi dan komunikasi berjalan baik,” pungkasnya.


(Ebed de Rosary)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar