![]() |
Dandim 1603 Sikka Letkol Inf.Abdulah
Jamali,SIP saat memimpin apel bendera di halaman SMAK Frateran Maumere.
|
MAUMERE – Seluruh
komponen masyarakat diharapkan dapat bertanggung jawab untuk terus
membangun,membina dan menumbuh kembangkan wawasan kebangsaan dalam diri para
generasi muda sejak usia dini teristimewa melalui jenjang pendidikan.
Demikian disampaikan Dandim 1603 Sikka Letkol Inf.Abdulah Jamali,SIP
dihadapan siswa-siswi SMPK dan SMAK Frateran Maumere,Senin (1/8/2018).Sebagai
anak bangsa tegas Dandim Abdulah,para generasi muda diharapkan mulai saat ini
harus memiliki semangat cinta tanah air.
“Sebagai anak muda kita harus dapat meneladani dan menjadikan semangat dan motifasi
perjuangan yang telah diberikan para pahlawan kita dalam merebut dan
mempertahankan kemerdekaan,”ujarnya..
Implementasi dari semangat tersebut sebutnya harus dapat diwujudkan melalui
keikutsertaan dalam mengisi pembangunan nasional menuju cita-cita masyarakat yang adil dan
makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
“Para putra dan putri Indonesia harus memiki semangat dan daya juang tinggi
di landasi nilai-nilai Perjuangan bangsa berwawasan kebangsaan,berkarakter dan
tentunya cinta terhadap Tanah Air Indonesia,”pintanya.
Mengawali penyampaiannya di depan seluruh siswa dan siswi Dandim 1603 Sikka
membahas tentang wawasan kebangsaan yang harus di mengerti oleh para pelajar
karna dengan berbekal wawasan kebangsaan yang meliputi darat,lautdan udara
meruakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Oleh karena itu pesannya,generasi muda khususnya para pelajar perlu di
ingatkan dan di tanamkan kembali tentang wawasan kebangsaan atau bela negara
sejak dini mengingat generasi mudalah yang akan melanjutkan estafet
kepemimpinan bangsa Indonesia.
Selain itu Dandim Abdulah juga menyampaikan tentang trend perang saat ini
yaitu salah satunya berupa proxy war.Di Indonesia terangnya,sasarannya adalah
generasi muda guna menghilangkan rasa nasionalisme dan patriotisme.
Juga tambahnya,sasarannya agar anak-anak sebagai generasi muda tidak mau
menghargai orang tua,tidak peka terhadap lingkungan,,sikap dan perilaku yang
tidak mencerminkan budaya bangsa dan egoisme serta kebebasan tanpa batas.
“Dengan demikian bangasa ini akan mudah di pecah belah dan mudah di
kendalikan oleh pihak ketiga,” terangnya.
![]() |
Dandim 1603 Sikka bersama jajaran
berpose bersama usai pemaparan materi wawasan kebangsaan di SMAK Frateran
Maumere.
|
Dandim Abdulah juga menyinggung bahaya narkobah,seks bebas,pornografi, terorisme, aliran sesat dan kekerasan,ancaman kelompok radikal
seperti ISIS serta perkelahian antar pelajar.
Mengakiri penyampaiannya Dandim berpesan kepada para pelajar penerus bangsa
dan tongkat pemimpin di masa mendatang untuk menjaga bangsa ini dengan
memulai pada diri sendiri untuk senantiasa berbuat yang terbaik bagi
keluarga,sekolah,bangsa dan negara yang kita cintai
Hadir dalam kesempatan tersebut wakil bupati Sikka,Drs.Paolus Nong
Susar,perwira seksi teritorial Kodim 1603 Sikka,Kapten Inf.Sadiman, Kasdim 1603
Sikka Mayor Inf.Murhono Basuki,tokoh masyarakat Drs Daniel Woda Pale,
ketua PEPABRI Mohamad Mangge,para guru dan perwira staf kodim 1603 Sikka
Sebelum memberikan materi wawasan kebangsaan diawali dengan upacara bendera
di lapangan SMAK Frater Maumere yang dihadiri para siswa-sswi SMPK dan SMAK
Frateran Maumere.
(Ebed de Rosary)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar