Laman

Selasa, 02 Agustus 2016

Ditinggal Suami Monika Hidup di Gubuk Reot



 
LARANTUKA – Sungguh mengenaskan nasib Monika Gelu Lewar (56) warga Rt 10 RW 05 Uralete Kama desa Lewonama kecamatan Solor Barat kabupaten FloresTimur.Di tahun 2012,sang suami pergi meninggalkan dirinya .Rumah sederhananya semakin tahun kian merana diterpa hujan dan angin.

Saat ditemui Cendana News,Kamis (21/7/2016) di samping rumahnya Monika terlihat meneteskan air mata saat ditanyai mengenai kondisi rumahnya.Dirinya mengaku tak mampu memperbaiki rumahnya dan hanya memanfaatkan kayu seadanya menjadi rangka atap  dan daun lontar sebagai atap.

“Saya mencoba memperbaiki sendiri semampu saya namun hujan dan angin kencang membuat rumah kian rusak,” ujarnya.

Dirinya terpaksa tinggal di sebuah kamar yang dibangun seadanya di bagian belakang  yang juga berfungsi sebagai dapur.Pakaian yang  rusak terkena hujan dan lumpur akhirnya dibiarkan tergeletak di bagian dalam rumah.


Monika mengaku tinggal bersama anak perempuannya Diansiana Dawan Werang yang baru saja tamat SMA dan ke empat cucunya.Anaknya yang lain merantau ke Malaysia dan tidak kembali sehingga praktis 4 orang cucu yang masih berusia sekolah dasar terpaksa diasuhnya.

Untuk membiayai hidup dirinya harus berjualan pucuk daun lontar setiap hari Jumat di pasar Waiwadan kecamatan Adonara Barat.Sekali berjulan Monika yang sudah dua kali ditinggal suami ini mendapat untung 100 ribu rupiah.

“Setelah dipotong ongkos kapal motor dan lainnya,paling saya hanya bawa pulang uang 50 ribu rupiah saja,” tuturnya seraya meneteskan air mata.

Untuk menambah penghasilan,Monika pun terpaksa menanam jagung di kebunnya yang luasnya sekitar setengah hektar.Dirinya mengakui,rumah yang ditempati tersebut sejak dibangun belum pernah diperbaiki.
‘Bagaimana saya mau bangun rumah pak,buat makan anak dan cucu saja saya sudah kewalahan,” tuturnya  terbata.

Monika merasa terbantu dengan adanya beras Raskin yang diterimanya setiap 3 bulan sekali.Dengan membayar uang 1.200 rupiah sekilonya,dirinya bisa mendapatkan jatah beras sebanyak 25 kilogram.

 

Perempuan tegar ini merasa bersyukur karena saudarinya pergi merantau bersama suami sehingga dirinya diperbolehkan menetap sementara di rumah saudari tersebut yang hanya berjarak sekitar 5 meter sebelah selatan rumahnya.

“Saya disuruh mengurus juga anak mereka.Tapi kalau mereka kembali dan tinggal di kampung,saya terpaksa kembali tinggal di rumah saya,”sebutnya.

Disaksikan Cendana News,rumah yang ditempati Monika berukuran 6x4 meter dengan kondisi yang sangat tidak layak huni.Sebagian atap bagian depan sudah ambruk.Selain itu,dinding rumah dari bambu belah pun sudah banyak yang rusak.

Beberapa seng bekas, dipakai untuk menutupi sebagian atap di bagian dapur yang dipakai sebagai tempat berteduh.Bangunan pondasi di samping timur rumah terlihat dibiarkan terlantar.

Menurut Monika,pondasi rumah ini dibangun suaminya namun tidak dilanjutkan karena suaminya mengaku pergi menjadi kuli bangunan di kota Larantuka 4 tahun lalu (2012) namun tidak pernah kembali lagi.

(Ebed de Rosary)

Wartawan CDN (cendananews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar