LARANTUKA
– Sungguh
mengenaskan nasib Monika Gelu Lewar (56) warga Rt 10 RW 05 Uralete Kama desa
Lewonama kecamatan Solor Barat kabupaten FloresTimur.Di tahun 2012,sang suami
pergi meninggalkan dirinya .Rumah sederhananya semakin tahun kian merana
diterpa hujan dan angin.
Saat ditemui Cendana
News,Kamis (21/7/2016) di samping rumahnya Monika terlihat meneteskan air mata
saat ditanyai mengenai kondisi rumahnya.Dirinya mengaku tak mampu memperbaiki
rumahnya dan hanya memanfaatkan kayu seadanya menjadi rangka atap dan daun lontar sebagai atap.
“Saya mencoba
memperbaiki sendiri semampu saya namun hujan dan angin kencang membuat rumah
kian rusak,” ujarnya.
Dirinya terpaksa
tinggal di sebuah kamar yang dibangun seadanya di bagian belakang yang juga berfungsi sebagai dapur.Pakaian
yang rusak terkena hujan dan lumpur
akhirnya dibiarkan tergeletak di bagian dalam rumah.
Monika mengaku tinggal
bersama anak perempuannya Diansiana Dawan Werang yang baru saja tamat SMA dan
ke empat cucunya.Anaknya yang lain merantau ke Malaysia dan tidak kembali
sehingga praktis 4 orang cucu yang masih berusia sekolah dasar terpaksa diasuhnya.
Untuk membiayai hidup
dirinya harus berjualan pucuk daun lontar setiap hari Jumat di pasar Waiwadan
kecamatan Adonara Barat.Sekali berjulan Monika yang sudah dua kali ditinggal
suami ini mendapat untung 100 ribu rupiah.
“Setelah dipotong
ongkos kapal motor dan lainnya,paling saya hanya bawa pulang uang 50 ribu
rupiah saja,” tuturnya seraya meneteskan air mata.
Untuk menambah
penghasilan,Monika pun terpaksa menanam jagung di kebunnya yang luasnya sekitar
setengah hektar.Dirinya mengakui,rumah yang ditempati tersebut sejak dibangun
belum pernah diperbaiki.
‘Bagaimana saya mau
bangun rumah pak,buat makan anak dan cucu saja saya sudah kewalahan,”
tuturnya terbata.
Monika merasa terbantu
dengan adanya beras Raskin yang diterimanya setiap 3 bulan sekali.Dengan
membayar uang 1.200 rupiah sekilonya,dirinya bisa mendapatkan jatah beras
sebanyak 25 kilogram.
Perempuan tegar ini
merasa bersyukur karena saudarinya pergi merantau bersama suami sehingga
dirinya diperbolehkan menetap sementara di rumah saudari tersebut yang hanya
berjarak sekitar 5 meter sebelah selatan rumahnya.
“Saya disuruh mengurus
juga anak mereka.Tapi kalau mereka kembali dan tinggal di kampung,saya terpaksa
kembali tinggal di rumah saya,”sebutnya.
Disaksikan Cendana
News,rumah yang ditempati Monika berukuran 6x4 meter dengan kondisi yang sangat
tidak layak huni.Sebagian atap bagian depan sudah ambruk.Selain itu,dinding
rumah dari bambu belah pun sudah banyak yang rusak.
Beberapa seng bekas,
dipakai untuk menutupi sebagian atap di bagian dapur yang dipakai sebagai
tempat berteduh.Bangunan pondasi di samping timur rumah terlihat dibiarkan
terlantar.
Menurut Monika,pondasi
rumah ini dibangun suaminya namun tidak dilanjutkan karena suaminya mengaku
pergi menjadi kuli bangunan di kota Larantuka 4 tahun lalu (2012) namun tidak
pernah kembali lagi.
(Ebed
de Rosary)
Wartawan CDN (cendananews.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar