Laman

Sabtu, 09 Juli 2016

Kabupaten Sikka Merupakan Supermarketnya Bencana


Kepala Basarnas NTT, Ketut Gede Ardana,SE (tengah)

MAUMERE - Kabupaten Sikka di provinsi NTT merupakan supermarketnya bencana.Berbagai bencana kerap terjadi di daerah ini dan bisa dibilang lengkap semisal gunung meletus,kecelakaan kapal laut,tsunami dan gempa bumi,banjir bandang dan lainnya.

Hal ini yang menyebabkan rapat kordinasi yang diselenggarakan Basarnas NTT untuk wilayah Flores dan Lembata dipusatkan di Maumere.

Rapat selama sehari yang dibuka kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang Soelistyo, S.Sos,Kamis (30/6/2016) ini dihadiri kepala BPBD se Flores dan Lembata,BMKG,serta instansi pemerintah daerah.

Demikian disampaikan Kepala Basarnas NTT, Ketut Gede Ardana,SE saat ditemui Cendana News usai kegiatan.Setiap tahun berdasarkan data musibah yang dimiliki SAR NTT,sebut Ardana,kabupaten Sikka sering terjadi bencana.Kapal nelayan sering mengalami kecelakaan.

Rapat juga digelar ujar pria asli Bali ini,guna memberikan pemahaman tentang UU.No.29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan.Juga dijelaskan tentang peran dan tugas Basarnas dimana Basarnas hadir saat tanggap darurat.Ada proses penyelamatan dan ada proses evakuasi.

“Saya menghimbau kepada berbagai  pemrintah daerah,apabila ada himbauan dari BMKG terkait cuaca ekstrim kita perlu menghimbau kepada para nelayan untuk berhati-hati,” pesannya.

Ardana juga meminta agar masyarakat dan pemerintah daerah,bila mengalami bencana segera menghubungi emergency call SAR terdekat atau kantor pusat di nomor (021) 115 atau sesuai kode wilayah daerah dan bisa juga mendatangi kantor SAR.


Personil SAR di pos SAR Maumere maupun Labuan Bajo tegas Ardana sudah dilengkapi peralatan penyelamatan dan evakuasi.Selain itu,untuk kedua pos ini akan ada tambahan Rescue Boat 380 yang akan melintasi perairan dari Labuan Bajo ke Sikka dan sekitarnya.

Selain itu,tambahnya,ada penambahan Rescue Truck serta peralatan penyelamatan dan evakuasi saat terjadi letusan gunung berapi.Untuk itu harap Ardana,personil SAR diminta menjalankan tugas dengan baik sesuai bekal keahlian dan prosedur standar yang dutetapkan.

“Kami harapkan kerjasama dari masyarakat dan pemrintah daerah agar saat ada bencana bisa menginformasikan ke pos SAR supaya cepat diambil tindakan penyelamatan atau evakuasi,” pintanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar