![]() |
| Kepala Basarnas NTT, Ketut Gede Ardana,SE (tengah) |
MAUMERE
-
Kabupaten Sikka di provinsi NTT merupakan supermarketnya bencana.Berbagai
bencana kerap terjadi di daerah ini dan bisa dibilang lengkap semisal gunung
meletus,kecelakaan kapal laut,tsunami dan gempa bumi,banjir bandang dan
lainnya.
Hal ini yang menyebabkan
rapat kordinasi yang diselenggarakan Basarnas NTT untuk wilayah Flores dan
Lembata dipusatkan di Maumere.
Rapat selama sehari
yang dibuka kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang
Soelistyo, S.Sos,Kamis (30/6/2016) ini dihadiri kepala BPBD se Flores dan
Lembata,BMKG,serta instansi pemerintah daerah.
Demikian disampaikan
Kepala Basarnas NTT, Ketut Gede Ardana,SE saat ditemui Cendana News usai
kegiatan.Setiap tahun berdasarkan data musibah yang dimiliki SAR NTT,sebut
Ardana,kabupaten Sikka sering terjadi bencana.Kapal nelayan sering mengalami
kecelakaan.
Rapat juga digelar ujar
pria asli Bali ini,guna memberikan pemahaman tentang UU.No.29 tahun 2014
tentang pencarian dan pertolongan.Juga dijelaskan tentang peran dan tugas
Basarnas dimana Basarnas hadir saat tanggap darurat.Ada proses penyelamatan dan
ada proses evakuasi.
“Saya menghimbau kepada
berbagai pemrintah daerah,apabila ada
himbauan dari BMKG terkait cuaca ekstrim kita perlu menghimbau kepada para
nelayan untuk berhati-hati,” pesannya.
Ardana juga meminta
agar masyarakat dan pemerintah daerah,bila mengalami bencana segera menghubungi
emergency call SAR terdekat atau kantor pusat di nomor (021) 115 atau sesuai
kode wilayah daerah dan bisa juga mendatangi kantor SAR.
Personil SAR di pos SAR
Maumere maupun Labuan Bajo tegas Ardana sudah dilengkapi peralatan penyelamatan
dan evakuasi.Selain itu,untuk kedua pos ini akan ada tambahan Rescue Boat 380
yang akan melintasi perairan dari Labuan Bajo ke Sikka dan sekitarnya.
Selain
itu,tambahnya,ada penambahan Rescue Truck serta peralatan penyelamatan dan
evakuasi saat terjadi letusan gunung berapi.Untuk itu harap Ardana,personil SAR
diminta menjalankan tugas dengan baik sesuai bekal keahlian dan prosedur
standar yang dutetapkan.
“Kami harapkan
kerjasama dari masyarakat dan pemrintah daerah agar saat ada bencana bisa
menginformasikan ke pos SAR supaya cepat diambil tindakan penyelamatan atau
evakuasi,” pintanya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar