Fransiskus
Linus seorang mahasiswa Universitas Nusa Nipa ( Unipa ) yang ditemui CendanaNews, Selasa ( 29/12/2015 ) di jalan
Sugyopranoto dekat patung Kristus Raja mengatakan, luapan air dari drainase
menyebabkan jalan di sebelah timur patung Kristus Raja hingga di bagian utara
selalu digenangi air. Kejadian ini sebutnya, akibat drainase yang ada dipenuhi
sampah dan tanah.
“
Hampir setiap tahun selalu terjadi banjir disini. Pemerintah harus
memperhatikan hal ini apalagi kota Maumere sedang berjuang untuk menjadi kota
Definitif “ ujarnya.
Linus
meminta pemerintah kabupaten Sikka dalam hal ini dinas Pekerjaan Umum,
Pertambangan dan Energi kabupaten Sikka agar bisa mengerahkan pekerja untuk
mengontrol dan membersihkan saluran atau drainase di samping jalan utama atau
jalan negara maupun di sekitar kali. Jangan karena ada hujan dan sampah banyak
di jalan tutur Linus baru pemerintah membuka mata.
“
Harusnya sebelum hujan datang semua drainase harus di check. Untung saja
hujannya cuma sebentar saja, kalau lama pasti jalan di kota Maumere digenangi
air dan menimbulkan kemacetan “ kata Linus.
Veronika
Leti seorang warga Maumere lainnya yang ditemui sedang mengendarai motor di
jalan utama sebelah utara stadion Gelora Samador Maumere pun mengeluhkan hal yang sama. Dikatakan
Leti, harusnya sejak awal bulan Desember
semua saluran air sudah dikontrol sehingga saat hujan hari ini kejadian seperti
ini tidak terjadi.
“
Jangan setelah hujan baru petugas sampah membersihkannya di pagi hari. Kasihan
pengendara apalagi memakai sepeda motor karena air hujan meluap dan mengalir
melewati badan jalan “ Leti kesal.
Disaksikan
Cendana News, hampir semua
jalan utama di kota Maumere dipenuhi sampah dan air dari drainase meluap
menggenangi jalan akibat terhalang tumpukan sampah di mulut drainase.Sampah dan
genangan air yang paling banyak terdapat di ruas jalan sebelah barat dekat
lampu merah persisi di samping kantor PLN di jalan Gajah Mada. Selain itu juga
persis di sebelah barat belakang stadion Gelora Samador dan sebelah utara.
Sampah
yang menggunung juga terlihat di depan kantor balai wilayah sungai dan perairan
NTT di samping kantor PU Sikka serta samping tembok bagian tiur patung Kristus
Raja.Terlihat beberapa pekerja dan pegawai kebersihan sedang membersihkan jalan
dari tumpukan sampah.
Bahkan
pekerja bengkel cuci motor dan mobil di samping patung Krsitus Raja harus
mengerahkan dua orang pekerjanya yang menggunakan sekop dan pacul serta
penggaruk sampah untuk membersihkan jalanan di depan tempat usaha tersebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar