MAUMERE,
KABAR NTT- Seperti
produk Pertamax yang diluncurkan dan dipasarkan pertama di kota Maumere, untuk
daratan Flores, peluncuran sekaligus uji pasar produk Pertalite milik Pertamina
pun kembali dilaksanakan di kota Maumere untuk wilayah NTT. Mengambil tempat di
SPBU Waipare, Rabu ( 23/12/2015 ) Pertamina NTT kembali melakukan peluncuran
produk bahan bakar produksi perusahannya Pertalite dengan Oktan 90.
Produk Pertalite
seperti dijelaskan Branch Manager Pertamina NTT, HardiyantoTato saat sesi talk
show menjawab pertanyaan wartawan, selain memilik harga terjangkau juga
kwalitasnya lebih baik dibandingkan Premium atau bensin.Kendaaraan jaman
sekarang sebut Tao, selain dituntut irit bahan bakar, mesinlebih kecil dan tenaganya besar. Efek dari
perubahan teknologi ini juga kata Tato otomatis merubah spesifikasi kebutuhan bahan
bakarnya. Tentu mereka lanjtnya, membutuhkan bahan bakar yang memiliki angka oktan
tinggi.
“ Selama ini belum kebutuhan
mereka blum terpenuhi dengan premium dan hanya ada pertamax oleh karena itu
kami meluncurkan Pertalite yang angka oktannya lebih tinggi dari premium yang
di diperuntukan bagi kendaraan dengan teknologi terbaru yang melintas di jalan
“ ujarnya.
Pertalite, papar Tato, memiliki
aditif yang tidak dimiliki premium, dimana dia ada adiktif detergensi untuk membersihkan,
aditif untuk memisahkan kalau ada pengembunan air di bahan bakar juga ada anti
karatnya yang bisa merawat mesin. Memakai Pertalite promosi Tato bisa membuat
kendaraan melaju lebih jauh, tenaga lebih besar, mesin lebih awet,juga lebih
ramah lingkungan karena efek aditifnya menyebabkan pembakaran lebih sempurna dan
menghasilkan emisinya yang lebih sedikit.
Maumere jelas Tato
menjadi kota pertama di NTT yang dipilih untuk menjual produk Pertalite sebab
Pertamina melihat pasar di Maumere cukup bagus dan ketersedian depot terminal BBM
Maumere yang paling siap. Sementara untuk daratan Timor, ungkap Tato, direncanakan
akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2016.
Untuk program promosi
sambung Tato, akan dilaksanakan 1 Januari 2016 dimana setiap pembelian produk
Pertalite akan mendapat voucher untuk pembelian berikutnya dan berlaku selama
15 hari. Dalam waktu dekat lanjutnya, akan ada 6 SPBU di Flores yakni didahului
oleh Maumere dengan tiga SPBU menyusul Ende,Bajawa dan Ruteng dengan masing –
masing satu SPBU.Jika premium di jualn dnegan harga 7.300 maka Pertalite di
jual dengan harga 8.250 per liter.
“ Selain menyesuaikan dengan
kebutuhan kendaraan bemotor, kita juga ingin membuat kota - kota di wilayah NTT
lebih bersih karena dengan memakai Pertalite, emsii berkurang sehingga turis juga merasa lebih nyaman karena kota
tidak dipenuhi asap kendaraan “ paparnya.
Jika dilihat lanjut
Tato, semakin tinggi angka oktannya maka semakin berkwalitas
produknya,Pertamina memiliki Premium
atau bensin dengan angka oktan 88, Pertalite 90,Pertamax 92 dan awal tahun 2016
ada Pertamax Plus Ron 95 dan Pertamax Racing 100. Setiap kendaraan
mempergunakan bahan bakar dengan oktan berbeda - beda. Jadi jika ingin
mengetahui kendaraannya memakai bahan
bakar yang mana, maka pesan Tato harus melihat di buku panduan manual di setiap
kendaraan sehingga bisa disesuaikan.
“ Hasil pengujian yang
kita lakukan, Pertamax lebih irit dari Pertalite dan Pertalite lebih irit dari
Premium. Kita tidak menghilangkan Premium tapi meluncurkan produk lain yang
harganya terjangkau dan disesuaikan dengan kebuuhan mesin kendaraan terbaru. Masyarakat
yang ingin membeli mobil terbaru pun tidak usah kwatir karena bahan bakarnya sudah tersedia di Flores “ bebernya.
Peluang
Menjadi Penyalur
Menjawab kritik
wartawan terkait pengendara membutuhkan waktu lama untuk antri membeli BBM,
Tato mengatakan, pertaminan juga berusaha meningkatkan pelayanan dengan
berusaha menambah SPBU sehingga BBM tidak terpusat pada beberapa SPBU. Pemerintah
pusat pun beber Tato, sudah mengeluarkan kebijakan dengan membentuk sub
penyalur yang merupakan kepanjangan tangan dari SPBU. Bagi masyarakat yang
ingin menjadi sub penyalur jelas Tato, harus meminta rekomedasi kepada lurah atau
kepala desa dan meminta ijin ke pemda setempat sehingga mendapatkan berapa
alokasi yang bisa dijualnya.
Harga penjualan BBM nya
sambung Tato, tentu disesuaikan dengan harga eceran tertinggi di daerah tersebut.
Pertamina memiliki keterbatasan mobil tangki dan hampir semua wilayah di NTT
sebutnya, banyak jalannya yang masih susah dilewati mobil tangki. Pengusaha SPBU
juga lanjut terang Tato, tentu harus mengeluarkan banyak uang dalam membangun
depot baru atau membeli tangki oenimbun. Adanya kebijakan sub penyalur ini
harap Tato, bisa mengurangi jumlah antrian di SPBU dan tidak ada lagi penjualan
BBM secara ilegal yang banyak dijumpai di pinggir jalan.
Nitisusanto dari Hiswana
NTT mengatakan,hadirnya Pertalite di Maumere ini menjadi sesuatu yang patut
dibanggakan karena Maumere menjadi satu - satunya pasar yang ada diNTTuntuk
diujicoba. Kota Kupang yang lebih ramai tapi yang dipilih Maumere, jadi masyarakat
Maumere harus bangga. Dengan uji pasar ini dan kalau sudah berjalan bagus maka
kata Nitisusanto, yang lain juga akan menjualnya, Respon lembaga penyaur sambungnya,
sangat positif karena perbedaan harga
produknya dengan Premium tidak terlalu jauh dan kwalitasnya lebih bagus
sehingga pemeliharaan kendaraan juga lebih terjamin.
Alfonsus Naga sekertaris
camat Kangae dan serta Yaski mahasiswa yang yang selama dua hari ini
menggunakan bahan bakar Pertalite mengaku,saat memakai Pertalite mesin lebih
ringan, tarikan lebih bagus dan juga lebih irit. Soal harga keduanya mengaku
tidak terlalu mahal dan masih terjangkau. Keduanya pun meski baru dua hari
mempergunakan Pertalite, sudah merasakan ada perubahandi mesin kendaraan dimana
tarikannya lebih enteng. ( Ebed )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar