Laman

Minggu, 06 Maret 2016

Maumere Terpilih Menjadi Kota Pertama di NTT Yang Menjual Pertalite

MAUMERE, KABAR NTT-  Seperti produk Pertamax yang diluncurkan dan dipasarkan pertama di kota Maumere, untuk daratan Flores, peluncuran sekaligus uji pasar produk Pertalite milik Pertamina pun kembali dilaksanakan di kota Maumere untuk wilayah NTT. Mengambil tempat di SPBU Waipare, Rabu ( 23/12/2015 ) Pertamina NTT kembali melakukan peluncuran produk bahan bakar produksi perusahannya Pertalite dengan Oktan 90.

Produk Pertalite seperti dijelaskan Branch Manager Pertamina NTT, HardiyantoTato saat sesi talk show menjawab pertanyaan wartawan, selain memilik harga terjangkau juga kwalitasnya lebih baik dibandingkan Premium atau bensin.Kendaaraan jaman sekarang sebut Tao, selain dituntut irit bahan bakar, mesinlebih  kecil dan tenaganya besar. Efek dari perubahan teknologi ini juga kata Tato otomatis merubah spesifikasi kebutuhan bahan bakarnya. Tentu mereka lanjtnya, membutuhkan bahan bakar yang memiliki angka oktan tinggi.

“ Selama ini belum kebutuhan mereka blum terpenuhi dengan premium dan hanya ada pertamax oleh karena itu kami meluncurkan Pertalite yang angka oktannya lebih tinggi dari premium yang di diperuntukan bagi kendaraan dengan teknologi terbaru yang melintas di jalan “ ujarnya.

Pertalite, papar Tato, memiliki aditif yang tidak dimiliki premium, dimana dia ada adiktif detergensi untuk membersihkan, aditif untuk memisahkan kalau ada pengembunan air di bahan bakar juga ada anti karatnya yang bisa merawat mesin. Memakai Pertalite promosi Tato bisa membuat kendaraan melaju lebih jauh, tenaga lebih besar, mesin lebih awet,juga lebih ramah lingkungan karena efek aditifnya menyebabkan pembakaran lebih sempurna dan menghasilkan  emisinya yang lebih sedikit.


Lihat Buku Manual

Maumere jelas Tato menjadi kota pertama di NTT yang dipilih untuk menjual produk Pertalite sebab Pertamina melihat pasar di Maumere cukup bagus dan ketersedian depot terminal BBM Maumere yang paling siap. Sementara untuk daratan Timor, ungkap Tato, direncanakan akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2016.

Untuk program promosi sambung Tato, akan dilaksanakan 1 Januari 2016 dimana setiap pembelian produk Pertalite akan mendapat voucher untuk pembelian berikutnya dan berlaku selama 15 hari. Dalam waktu dekat lanjutnya, akan ada 6 SPBU di Flores yakni didahului oleh Maumere dengan tiga SPBU menyusul Ende,Bajawa dan Ruteng dengan masing – masing satu SPBU.Jika premium di jualn dnegan harga 7.300 maka Pertalite di jual dengan harga 8.250 per liter.

“ Selain menyesuaikan dengan kebutuhan kendaraan bemotor, kita juga ingin membuat kota - kota di wilayah NTT lebih bersih karena dengan memakai Pertalite, emsii berkurang sehingga  turis juga merasa lebih nyaman karena kota tidak dipenuhi asap kendaraan “ paparnya.

Jika dilihat lanjut Tato, semakin tinggi angka oktannya maka semakin berkwalitas produknya,Pertamina memiliki  Premium atau bensin dengan angka oktan 88, Pertalite 90,Pertamax 92 dan awal tahun 2016 ada Pertamax Plus Ron 95 dan Pertamax Racing 100. Setiap kendaraan mempergunakan bahan bakar dengan oktan berbeda - beda. Jadi jika ingin mengetahui kendaraannya  memakai bahan bakar yang mana, maka pesan Tato harus melihat di buku panduan manual di setiap kendaraan sehingga bisa disesuaikan.

“ Hasil pengujian yang kita lakukan, Pertamax lebih irit dari Pertalite dan Pertalite lebih irit dari Premium. Kita tidak menghilangkan Premium tapi meluncurkan produk lain yang harganya terjangkau dan disesuaikan dengan kebuuhan mesin kendaraan terbaru. Masyarakat yang ingin membeli mobil terbaru pun tidak usah kwatir karena bahan bakarnya  sudah tersedia di Flores “ bebernya.

Peluang Menjadi Penyalur

Menjawab kritik wartawan terkait pengendara membutuhkan waktu lama untuk antri membeli BBM, Tato mengatakan, pertaminan juga berusaha meningkatkan pelayanan dengan berusaha menambah SPBU sehingga BBM tidak terpusat pada beberapa SPBU. Pemerintah pusat pun beber Tato, sudah mengeluarkan kebijakan dengan membentuk sub penyalur yang merupakan kepanjangan tangan dari SPBU. Bagi masyarakat yang ingin menjadi sub penyalur jelas Tato, harus meminta rekomedasi kepada lurah atau kepala desa dan meminta ijin ke pemda setempat sehingga mendapatkan berapa alokasi yang bisa dijualnya.

Harga penjualan BBM nya sambung Tato, tentu disesuaikan dengan harga eceran tertinggi di daerah tersebut. Pertamina memiliki keterbatasan mobil tangki dan hampir semua wilayah di NTT sebutnya, banyak jalannya yang masih susah dilewati mobil tangki. Pengusaha SPBU juga lanjut terang Tato, tentu harus mengeluarkan banyak uang dalam membangun depot baru atau membeli tangki oenimbun. Adanya kebijakan sub penyalur ini harap Tato, bisa mengurangi jumlah antrian di SPBU dan tidak ada lagi penjualan BBM secara ilegal yang banyak dijumpai di pinggir jalan.

Nitisusanto dari Hiswana NTT mengatakan,hadirnya Pertalite di Maumere ini menjadi sesuatu yang patut dibanggakan karena Maumere menjadi satu - satunya pasar yang ada diNTTuntuk diujicoba. Kota Kupang yang lebih ramai tapi yang dipilih Maumere, jadi masyarakat Maumere harus bangga. Dengan uji pasar ini dan kalau sudah berjalan bagus maka kata Nitisusanto, yang lain juga akan menjualnya, Respon lembaga penyaur sambungnya,  sangat positif karena perbedaan harga produknya dengan Premium tidak terlalu jauh dan kwalitasnya lebih bagus sehingga pemeliharaan kendaraan juga lebih terjamin.

Alfonsus Naga sekertaris camat Kangae dan serta Yaski mahasiswa yang yang selama dua hari ini menggunakan bahan bakar Pertalite mengaku,saat memakai Pertalite mesin lebih ringan, tarikan lebih bagus dan juga lebih irit. Soal harga keduanya mengaku tidak terlalu mahal dan masih terjangkau. Keduanya pun meski baru dua hari mempergunakan Pertalite, sudah merasakan ada perubahandi mesin kendaraan dimana tarikannya lebih enteng. ( Ebed )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar