Laman

Kamis, 26 Juli 2012

Bupati Flotim Disambut Parang dan Tombak


Tribunnews.com - Rabu, 25 Juli 2012 22:42 WIB
Laporan Wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyella
  Warga masyarakat yang berjumlah kurang lebih 50 orang bersenjatakan parang dan tombak mengamuk di Kantor Camat Adonara Timur di Waiwerang saat Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin, bersama rombongan hendak meresmikan permukiman di Dusun Riangbunga, Desa Lewobunga, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Rabu (25/7/2012).

Akibatnya, peresmian ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Bupati diamankan di rumah Kepala Desa Lamahala. Situasi yang memanas langsung dikendalikan oleh kepolisian Polres Flotim sebanyak 14 orang, di-back up anggota Kodim Flotim. Rombongan bupati langsung kembali ke Larantuka menumpang kapal motor.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Flotim, AKBP Wahyu Prihatmaka, yang ikut dalam rombongan bupati saat dikonfirmasi di Pelra Larantuka, Rabu (25/7/2012), membenarkan amukan warga yang jumlahnya kurang lebih 50 orang bersenjatakan parang dan tombak.

Massa bergerak dari Lewonara, Desa Narasausina. Mereka meminta bupati menunda peresmian permukiman yang masih disengketakan hak ulayat antara warga Lewonara dengan Lewobunga.
Peristiwa itu, jelas Wahyu, terjadi sekitar pukul 11.30 Wita dan langsung diredam. Mereka minta bupati memfasilitasi penyelesaian hak ulayat di lokasi pemukiman di Lewobunga yang sudah lama dihuni.

Saat situasi memanas, kata Wahyu, bupati langsung diamankan di rumah Kades Lamahala. Sedangkan Kepala Kantor Kesbangpol, Ankletus Takaboli, bersama beberapa pejabat yang diutus bupati menuju lokasi dikepung massa. Ankletus Boli dikabarkan kena tebas, tapi Kapolres Wahyu membantahnya. Wahyu mengatakan, hanya baju Boli sobek yang diduga ditarik massa.

Ia menjelaskan, warga masyarakat berjalan kaki dari terminal menuju kantor camat, tempat bupati dan rombongan berkumpul.

Menurut Wahyu, targetnya bupati. Massa berteriak menggunakan bahasa daerah yang intinya mengecam dan menolak peresmian permukiman yang berdiri sejak tahun 1992 silam. "Saya sudah mewanti-wanti pak bupati, tapi beliau tetap ke sana (Adonara,Red). Ya, saya ikut saja," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar