MAUMERE – Ramainya
pembeli yang mampir ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere saban hari dan
meningkat drastis setiap hari Sabtu,Minggu dan hari libur lainnya membuat para
penjual memanfaatkan kesmeoatan ini.
Penjual sayur
dan beberapa penjual pakaian setiap hari memanfaatkan areal depan TPI Alo
tepatnya di jalan Tongkol dengan memggelar dagangan aneka sayuran,bumbu dapur
serta aneka pakaian.
Setap akhir
pekan penjul sayuran dan perlengkapan dapur serta pakaian bekas atau biasa
dinamakan Rombengan atau RB semakin menjamur.Jika di hari biasa hanya 2 atau 3
penjual pakaian bekas,di hari Sabtu,Minggu atau hari libur berkisar antara 15
sampai 20 pedagang pakaian bekas.
“Saya lebih
senang belanja pakaian bekas disini,selain lebih murah tempatnya juga tidak
sumpek,” ujar Magdalena Deta.
Lena sapaan ibu
3 anak ini ditemui Cendana News,Minggu (7/8/2016) saat mengais pakaian bekas di
deretan lapak dadakan di sebelah timur jalan masuk ke TPI Alok.
Lena mengaku
lebih senang berbelanja pakaian bekas di tempat ini sebab selain lebih
murah,juga tempatnya tidak pengap dan sumpek seperti di pasar Alok.Kalau di
pasar Alok,tuturnya,lapak berada di dalam satu areal dan beratap seng dan
dindingnya tertutup terpal.
“Disini kita
bisa beli baju bekas dengan hanya 5 ribu rupiah saja.Modelnya juga masih bagus
asal kita sabar mencarinya saja karena barangnya menumpuk sehingga perlu diaduk
satu per satu,” ungkapnya.
Lena merasa
terbantu sebab selain belanja ikan di TPI Alok,dirinya bisa membeli sayur dan
juga sekalian membeli baju bekas bila ada uang lebih.Bila ada uang lebih
dirinya mengatakan selalu mendatangi tempat ini membeli baju bekas buat
dikenakan di rumah.
Abdul Kasim
penjual pakaian bekas yang ditemui Cendana News saat ditanyai mengakui,setiap
hari dirinya menggelar dagangan di pasar Alok dan setiap hari Minggu atau hari
libur dirinya bersama beberapa teman lainnya menjual di TPI Alok.
“Kalau disini
pembelinya lebih banyak,mungkin sehabis belanja ikan dan sayur mereka bisa
sekalian belanja pakaian disini,” ungkapnya.
Kasim mengaku
dalam dau hari berjualan setiap Sabtu dan Minggu dirinya bisa mengantongi
keuntungan hingga 300 ribu rupiah.Jika sedang banyak pembeli,keuntungan yang
didapat juga bisa dua kali lipat.
Dirinya mengaku
senang berjualan di tempat ini meski hanya sehari atau dua hari saja namun
pembelinya lebih banyak.Bukan saja kaum perempuan,pembeli yang datang pun
banyak juga kaum lelaki dan anak-anak muda.
(Ebed de Rosary)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar