![]() |
| Meridian Dado,SH |
Kejari
Maumere dibawah pimpinan Martiul, SH oleh TPDI NTT disinyalir merupakan periode
kepemimpinan yang sangat miskin prestasi dan minim gebrakan yang berani dalam
hal pemberantasan tindak pidana korupsi di Kabupaten Sikka.
Tolok ukur
untuk disebut sebagai kepala kejaksaan negeri yang berprestasi dan berbobot
dalam memberantas korupsi disuatu kabupaten atau kotamadya adalah manakala sang
Kepala Kejai berani dan bisa mengusut kasus-kasus korupsi yang pelik atau rumit
penanganannya.
Demikian
disampaikan Meridian Dado,SH kordinator TPDI NTT dalam press release yang
diterima Cendana News,Senin (4/7/2016). Dikatakan Meridian,Kajari Martiul belum
mampu membongkar kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi,elit parpol dan
rekanan berduit.
“Kajari
harus berani menindak tegas semua pelaku itu secara menyeluruh dan cerdas
membuktikan kasus-kasus itu sampai persidangan di Peradilan Tipikor,”
ungkapnya.
| Kajari Maumere Martiul,SH |
Kalau hanya
sekedar bisa mengusut kasus-kasus korupsi yang tidak sulit pembuktiannya dan
juga tidak melibatkan pelaku-pelaku kelas kakap maka tegas Meridian, itu
merupakan hal yang biasa dan lumrah dilakukan oleh banyak Kepala Kejaksaan
Negeri di seluruh wilayah Indonesia.
“Sangat
sedikit sekali Kepala Kejaksaan Negeri di republik ini sambung Meridian,yang
sanggup membawa dan membuktikan kasusnya sampai di Peradilan Tipikor,”
tukasnya.
Beberapa
kasus korupsi yang telah dan sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri
Maumere dibawah komando Kajari Martiul,SH bebernya yakni kasus korupsi dana
PNPM Nelle kasus Proyek MCK, kasus Pasar Alok,kasus Proyek Alkes,kasus Proyek
Hunian Pengungsi dan kasus Proyek Alat Peraga.
Khusus untuk
kasus korupsi Proyek Pasar Alok dan Proyek Alkes papar Meridian,Kajari Martiul,
SH sejauh ini gagal total membuktikan kasus-kasus itu di Peradilan Tipikor
sehingga pelaku-pelakunya diputus bebas dan tidak terbukti melakukan tindak
pidana korupsi.
Sedangkan
untuk kasus korupsi dana PNPM Nelle dan Proyek MCK.kasus –kasus ini merupakan
kasus-kasus yang mudah untuk dituntaskan dan gampang dibuktikan namun prosesnya
justru terkesan tidak tuntas menjerat pelaku-pelaku lainnya yang juga terlibat.
“Sinyalemen
miskin prestasi dan minim gebrakan berani dalam pemberantasan korupsi di kabupaten
Sikka bisa sirna kalau Kajari Martiul berani mengungkap tuntas semua pelaku
yang terlibat dalam kasus-kasus korupsi besar dan pelik di Kabupaten Sikka,”
pungkas Meriidian.
Ebed de
Rosary
Wartawan
Cendana News

Tidak ada komentar:
Posting Komentar