Laman

Jumat, 23 Oktober 2015

Kondisi Lapangan Berdebu Tak Menghalangi PSKK Mengungguli Perseftim


El Tari Memorial Cup XXVII

MAUMERE, MEDIA NTT – Pertandingan partai kedua di lapanagan Gelora Samador Maumere, Jumad ( 23/10/15 ) pukul 16.00 wita mempertemukan dua kesebelasan yang sering menjuarai turnamen ini. Beberapa kali lapangan ditutupi debu dan menghalangi pandangan para pemain.Kedua kesebelasan favorit juara ini mulai bermain cepat dan sedikit keras sejak wasit meniup peluit panjang tanda dimulainya pertandingan.

Tercatat 15 memit babak pertama kedua kesebelasan beberapa kali menciptakan peluang, PSKK kota Kupang tiga kali mendapatkan peluang sementara Perseftim Flores Timur dua kali gagal memanfaatkan peluang.Tendangan para pemain masih melenceng beberapa sentimeter dari sisi kiri dan kanan gawang.Sebuah tendagan pemain Perseftim sempat berada beberapa meter di atas mistar gawang dan mneyebabkan ribuan suportenya menahan nafas.

Asyik menyerang pertahanan Perseftim mulai kendor. Menit ke 22 Zola Frare penyerang bernomor punggung 6 yang mendapat umpan matang di depan gawang melepaskan tendangan mendatar tanpa bisa dibendung kiper Perseftim Arif Rahman. Gol tersebut membuat para suporter Flotim yang memadati tribun terdiam dan berdiri di semua sudut lapangan terdiam.

Lima menit menjelang babak pertama usai, Perseftim mendapatkan peluang usai terjadinya pelanggaran di luar kotak pinalti.Tendangan keras yang dieksekusi Khairul Burhan sempat ditepis kiper namun bola muntah tersebut belum berbuah gol setelah sundulan Fransiskus Sabon pemain dengan nomor punggung 10 melambung jauh  di atas mistar gawang.

Memasuki babak kedua, Perseftim langsung brgerak cepat mengejar keunggulan. Sebuah peluang di menit ke 5 hampir berbuah gol seandainya sundulan dari penyerang Perseftim tidak ditepis kiper PSKK, Eresmus Fahik.Anak asuhan Anton Kia tak mu kalau. Kesbelasan  dengan kostum kuning kuning ini pun mempertotonkan permainan cepat dengan umpan –umpan panjang.

Pergerakan yang dilakukan Zola Frare, Kristoforus Lao serta Heri Gara merepotkan barisan pertahanan Perseftim yang dikomandani Iwan Jabir selaku kaptem team.Dua tendagan bebas di luar kotak penalti hampir berbuah gol dimana satu tendagan masih ditepis kiper dan coba disambar Zola namun dirinya sudah tertangkap offside.

Menjelang babak kedua usai Perseftim kian gencar menggempur pertahanan PSKK. Pemain PSKK yang dikordidinir David Pramano selaku kapten terpaksa menjatuhkan para pemain Perseftim sebelum memasuki kotak penalti.Pelatih kesebelasan berkostum kuning kuning ini pun harus 4 kali berturut – turut melakukan pergantian pemain guna menambah pertahanan.

Permainancepat dan keras disertai tekel menjadikan wasit berulang kali mengeluarkan kartu kuning bagi dua kesebelasan. Tercatat 10 menit jelang pertandingan usai, Perseftim mengurung pertahanan PSKK dan memborbardir dengan tendangan keras. Debu pun berterbangan di areal garis 16 pertahanan PSKK menutupi pandangan penonton dan pemain.

Meski bermain disaksikan bupati Flotim, Yosni Herin bersama isteri serta dibawah komando wakil bupati, Vakens Tukan selaku maneger team, Perseftim harus puas menelan kekalahan pada partai perdana pertandingan mereka di pool 3 yang ditempati juga oleh kesebelasan Lembata dan Alor. Fredi Hormu selaku pelatih yang ditemui usai pertandingan mengecam wsit yang memimpin pertandingan yang tidak tegas dan terlambta meniup peluit setiap kali terjadi pelanggaran.( ebd )


 Penulis : Ebed de Rosary
Wartawan : FBC News ( www.floresbangkit.com ), Media NTT, Ombudsman Indonesia dan koresponden beberapa media Nasioanl dan asing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar