Para peneliti mengatakan, bahwa
merek-merek yang mengombinasikan pil kontrasepsi, khususnya pil yang memiliki
kadar estrogen tertinggi, bisa mengacaukan hormon perempuan yang memicu
kecurigaan-kecurigaan yang didorong oleh emosi. Bila dibiarkan, hal ini tentu
akan mengacaukan hubungan perempuan dan pasangannya."Tampaknya perempuan, dan kemungkinan para provider farmasi, tidak benar-benar waspada dengan jangkauan efek samping psikologis yang dikaitkan dengan penggunaan pil, dan secara khusus, mengenai pilihan mereknya," kata Dr Craig Roberts, dari Stirling University, Skotlandia.
Roberts melakukan penelitian bersama para psikolog Belanda untuk menguji 275 perempuan berusia 17 - 35 tahun yang mengonsumsi pil kontrasepsi. Ada serangkaian pertanyaan yang didesain untuk mengukur tingkat kepercayaan antara diri para perempuan tersebut dengan pasangan mereka.
Setelah membandingkan jawaban mereka berikut pilihan merek kontrasepsi yang dikonsumsi para perempuan tersebut, tim peneliti mendapati kaitan yang jelas antara kadar estrogen dalam obat-obatan dan kecemburuan. Di lain pihak, progesteron, tidak mengakibatkan kecemburuan, karena pil yang hanya mengandung progesteron tidak begitu mengacaukan emosi perempuan yang mengonsumsinya.
Dari pengujian tersebut, peneliti juga menyimpulkan bahwa perempuan yang menggunakan merek-merek dengan dosis estrogen tertinggi akan lebih sulit membentuk dan memelihara hubungan dengan pasangannya. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Personality and Individual Differences ini didukung oleh beberapa penelitian sebelumnya, yang mengatakan bahwa pil kontrasepsi bisa memengaruhi cara kita memilih pasangan.
Dalam penelitian yang diadakan
Liverpool University ini, dikatakan bahwa perempuan yang mengonsumsi pil KB
cenderung berminat pada pria berwajah kekanakan. Penemuan ini menunjukkan
bukti-bukti yang berkembang bahwa hormon-hormon dalam pil KB memengaruhi cara
perempuan menilai daya tarik seksual pria.
Sumber: Marie Claire
Sumber: Marie Claire
Tidak ada komentar:
Posting Komentar