Hatu kali
Petu lamar keriang.Pas wawancara orang yang tesnya nyenyora.”Nama lengkap Bapak
siapa? Tanya yang wawancara.Petu langsung menyao,” Petrus Boli….(fam te ditulis
tako.ha.ha.ha)..”Nama panggilan? “,Tanya pewawancara legi.”nama panggilan saya
petu” petu menyao.”maaf,biar lebih jelas lagi,nama panggilan bapak,Petrus atau
Petu” Tanya yang wawancara legi.” Petu Bu,bukan Petrus”,kata Petu.
Ibu yang
wawancara kembali Tanya legi,” Kalau begitu,apa bedanya Petrus sama petu?,”.Petu
tediam sebenta,jo langsung angka omong” banyak Bu perbedaannya”.Kalo begitu
coba bapak sebutkan biar saya lebih jelas.”Kalau Petrus menyangkal Yesus tiga
kali,kalo Petu belum pernah Bu.Petrus menyebarkan injil,kalo petu menyebarkan
apa saja.Petrus tidak minum arak ,kalau Petu suka minum arak” Petu memberikan
jawaban.
“Kalau
persamaannya mereka berdua pa?” Ibu te Tanya legi.Petu langsung menyao “ mereka
berdua suka mancing Bu”.Ibu yang wawancara tediam sebenta,jo dia angka telepon
sambil omong,” Lina,coba kamu suruh Markus kesini”.Te lama markus maso,langsung
Ibu beri kertas tulisan yang dia tulis tentang Petu te biar markus baca.
“ Petu,kenalin
ini Markus orang Flores Timur.Markus,coba kamu terangkan arti jawaban ini,saya
jadi bingung mau manggil apa Petrus atau Petu”,ibu tedi buka suara (kebetulan
ibu ini orang katolik juga).Markus dengan serius menjawab “ kalau mau manggil
tergantung Bu”.Ibu te jadi bingung,”maksud kamu gimana?”,dia Tanya legi.”Markus
langsung sambo,”kalau dia berbuat baik,kita panggil dia Petrus,kalau berbuat
buruk,kita panggil dia petu saja.Soalnya Petrus itu orang suci,kalau petu belum
tentu Bu”.Petu langsung muka merah,te bisa omong.
Ditulis Oleh : Ebed de Rosary
Jakarta,09-11-2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar