Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta menggelar kampanye deteksi dini kanker payudara di Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (15/10). Kampanye ini bertujuan menggugah kesadaran kaum perempuan agar mau memeriksakan payudara sejak dini.
Rendahnya kesadaran deteksi dini menyebabkan kasus kanker payudara di Tanah Air cukup tinggi. Prevalensi kanker payudara di Indonesia 26 per 100.000 penduduk. Artinya dari 100.000 penduduk terdapat 26 perempuan terkena kanker payudara. Kanker payudara semula banyak diderita perempuan berusia 40 tahun ke atas. Namun, kini kanker tersebut juga banyak menyerang mereka yang berusia lebih muda bahkan remaja.
Kampanye sore itu diikuti sekitar 30 survivor kanker payudara. Mereka berjalan kaki berkeliling kawasan bundaran HI sambil membagikan brosur informasi cara pemeriksaan dini kanker payudara serta pita merah muda kepada pengemudi kendaraan yang lewat.
Selain itu, dengan penanganan dini, tidak perlu kemoterapi sebelum dan sesudah operasi, serta payudara dapat dipertahankan dengan rekonstruksi dan breast conserving treatment.
Wakil Ketua YKPJ Ning Anhar mengatakan, untuk membantu masyarakat melakukan deteksi dini, YKPJ selama empat tahun terakhir memberikan layanan gratis mamografi keliling Jakarta. Namun. kegiatan ini masih terbatas karena YKPJ hanya memiliki satu mobil keliling untuk melayani seluruh Jakarta.
”Dengan segala kemampuan yang ada, kami akan terus melakukan kampanye,” kata Gadis Parengkuan, seorang aktivis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar