Laman

Minggu, 22 Juli 2012

Tarian Dolo-Dolo untuk "Cari Jodoh"


E-mailPrintPDF
 Adonara bukan grup band seperti Wali, Adonara yang dimaksud adalah   sebuah pulau yang terletak di sebelah timur pulau Flores. Sebuah pulau kecil yang di kelilingi oleh lautan lepas di sebelah utara dan selatan, sedangkan di sebelah timur dan baratnya berbatasan dengan pulau Lomblem dan Flores. Dengan kondisi daerah yang sangat kering, kecuali di sebelah barat.
Secara garis besar penduduknya bermata pencaharian sebagai Petani, dengan hasil dari pertanian lahan kering. Sedangkan di sebelah baratnya penduduk mengandalkan hasil dari tanaman perkebunan seperti Cengkeh, Vanili, Cokelat. Ada juga yang bermata pencaharian sebagai Nelayan, karena wilayahnya yang di kelilingi oleh perairan. Namun yang bermata pencaharian sebagai Nelayan kebanyakan penduduknya yang berdomisili di daerah pesisir.
Penduduk asli Adonara menurut sejarah berasal dari keturunan Kelake Ado Pehan dan Kewae Sedo Bolen, keturunan yang berasal dari Ileboleng. Sedangkan yang lainnya pendatang dari pulau Seram dan Saparua dan sekitarnya.Sedangkan tarian cari jodoh yang ditarikan “tanpa”lagu cari jodohnya wali ini sudah menjadi budaya di adonara namanya tarian dolodolo. lagu terpopulernya.. Seni tawa gere… dolo sampai rera gere…
Dolo-dolo
Tarian Dolo merupakan salah satu tarian lain dari kultur masyarakat Adonara. Tarian ini melambangkan nilai-nilai persahabatan dan seringkali dimanfaatkan oleh kaum muda untuk mencari pasangan.Tarian ini biasanya dimainkan oleh para pemuda/i pada waktu-waktu tertentu, mis acara syukuran, pada malam bulan purnama dll. Dalam tarian ini, setiap peserta (siapa saja boleh mengikuti tarian ini) akan saling mentautkan jari kelingking dan membentuk lingkaran. Jika peserta banyak, lingkaran bisa terdiri dari 3 lapis atau lebih. Para peserta akan saling melantunkan pantun dan saling berbalasan. Tarian ini akan berakhir jika sudah tidak ada lagi peserta yang bisa membalas pantun yang dinyanyikan oleh peserta lainnya. Selama masih bisa berbalas-balasan, tarian ini tidak akan berakhir.
Tarian ini juga biasanya dibawakan pada saat musim panen. Semalam suntuk para masyarakat Adonara larut dalam kegembiraan tarian Dolo untuk mensyukuri hasil panen yang diperoleh. Tak jarang berawal dari salang balas pantun dalam tarian ini, muncul perasaan terhadap lawan jenis, berlajut dengan pacaran dan akhirnya ke jenjang pernikahan.
Hedung
Tarian Hedung merupakan salah satu dari sekian banyak tarian yang ada dalam kultur masyarakat Adonara. Tarian ini merupakan tari perang yang dulunya dibawakan untuk menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang. Tarian in melambangkan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat berjuang tanpa kenal menyerah.
Di masa kini, tarian hedung dibawakan dalam acara penyambutan tamu yang datang ke Adonara. Dalam tarian ini, para penari yang terdiri dari kaum pria dan juga beberapa kaum wanita menggunakan berbagai perlengkapan yang biasanya digunakan oleh para pahlawan untuk berperang. Perlengkapan-perlengkapan tersebut yaitu :
  1. Parang Adonara (Kenube Witi Taran)
  2. Tombak (Gala)
  3. Perisai (Dopi)
  4. Ikat kepala dari daun kelapa (Knobo)
  5. Gemerincing yang diikat di kaki(Bolo)
  6. Kain Sarung (Kewatek / Nowin)
Wisatawan yang datang ke sebuah desa di Adonara biasanya akan disambut dengan tarian ini. Gerakan dalam tarian ini mirip dengan orang yang sedang berperang. Mereka akan “berperang” satu sama lain dengan mengayunkan parang atau membuat ancang-ancang untuk melemparkan tombak. Para penari pria akan berpasang-pasangan dan memperagakan duel dalam peperangan.
Setiap desa di Adonara mengenal tarian ini, sehingga tidak perlu datang ke desa tertentu untuk menyaksikan para ksatria Adonara “bertarung” di medan pertempuran.
Sumber : FloresNews.com