Laman

Kamis, 22 Desember 2011

Perkawinan Adat Masyarakat Ende - Flores


Perkawinan Adat Masyarakat Ende
Proses perkawinan pada masyarakat Ende ada beberapa tahap yang harus dilalui yaitu:
1. Mbane ale, proses melamar oleh seorang pandai bicara dari utusan keluarga laki-laki.
2. Ruti nata, proses peminangan secara resmi oleh keluarga laki-laki di rumah calon mempelai wanita. Pada acara ini keluarga laki-laki membawa ruu tau jaga tau rate, oleh orang Lio umumnya menyebutkan sebagai bagian belis pertama.
3. Tu ngawu, mengantar belis yang telah disepakati bersama ke rumah keluarga calon mempelai wanita.
4. Ka are denge, pria memasuki memasuki rumah orang tua perempuan dihantar oleh keluarga laki-laki untuk pengaturan perkawinannya.
5. Pernikahan dimulai dengan antaran yaitu:
· Weli weki, pembayaran untuk harga diri calon pengantin perempuan berupa lima Liwut yaitu (gumpalan) mas, dan lima ekor hewan besar.
· Buku berupa balas jasa atau buku taga merupakan pembayaran untuk mama kandung perempuan berupa seliwu seeko, selimut mas dan seekor binatang besar.
· Buku ame kao, pembayaran untuk bapak calon pengantin perempuan berupa mas dan seekor binatang besar.
· Bayar belis untuk ata godo orang yang dulu membayar belis mamanya.
· Belis untuk puu kamu atau om kandung berupa hewan besar.
· Ame ona dan ame loo yaitu belis untuk bapak besar dan bapak kecil.
· Terkhir belis untuk nara saudara kandung gadis disebut jara saka tumba sau dalam Binatang dan uang.