Laman

Senin, 07 November 2011

Patung Ana Deo Berusia 40 Tahun


Ende, NTT Online - Patung Ana Deo, perempuan dari etnik Lio, Ende, yang ditemukan oleh Ibrahim Bay, warga Desa Nanganesa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, diperkirakan berusia 40 tahun.

“Berdasarkan penuturan utusan dari Desa Wolomasi, usia patung itu sekitar 40 tahun,” kata Ibrahim Bay di Ende.

Patung itu hilang sejak 10 tahun lalu, dan baru ditemukan kembali oleh Ibrahim pada hari Kamis (29/9) di muara Pantai Nanganesa. Utusan masyarakat adat dari Desa Wolomasi, Kecamatan Detusoko, Ende, mendatangi rumah Ibrahim, Sabtu (1/10) pekan lalu, guna memastikan apakah patung tersebut memang benda pusaka milik suku mereka.

Setelah dicermati ciri-cirinya, mereka yakin patung Ana Deo itu milik suku mereka yang hilang dicuri 10 tahun lalu. Ciri yang menonjol adalah di bawah kedua telapak kaki patung terdapat pahatan semacam batu pijakan, dan di atas kepala terdapat Beka Weti, semacam tempat atau kotak kecil untuk menaruh sirih pinang.

Menurut Ibrahim, utusan Wolomasi akan mengadakan pertemuan dengan para tokoh dan masyarakat adat, sekaligus mengadakan upacara adat sebelum mereka mengambil patung tersebut. “Nanti di sini (Desa Nanganesa) juga digelar lagi upacara adat pelepasan patung, dan dari pihak Wolomasi akan mengucapkan sumpah adat bahwa patung itu benar-benar milik suku mereka. Sehingga di sini ada konsekuensi berat secara supranatural jika sumpah yang diucapkan tidak benar,” kata Ibrahim.

Terpisah, Kepala Kepolisian Resor Ende Ajun Komisaris Besar Darmawan Sunarko ketika dikonfirmasi membenarkan adanya suku dari Wolomasi yang kehilangan Patung Ana Deo. “Sampai sekarang tersangka atau pelakunya yang sulit ditemukan, sebab ketika kejadian, dari suku yang kehilangan tidak langsung melapor ke polisi. Namun kami tetap melakukan pengembangan penyelidikan,” kata Darmawan.

Darmawan berpendapat, ada beberapa kemungkinan mengapa patung tersebut berada di muara Pantai Nanganesa. Kemungkinan pertama patung itu akan dijual ke luar NTT melalui jalur laut atau kemungkinan lain patung tersebut sengaja dibuang karena pelaku khawatir terungkap perbuatannya. Kemungkinan lainnya, patung itu memang dibuang karena setelah ditunggu sekian lama tidak ada pembeli atau kolektor barang antik yang berminat. kompas.com