Laman

Minggu, 23 Oktober 2011

Kiki Barki Menjadi Salah Satu Orang Terkaya Di Indonesia


Nama baru yang menikmati keuntungan dari hasil tambang batu bara adalah Kiki Barki. Pendatang baru di deretan orang terkaya Indonesia ini mengendalikan perusahaannya melalui  PT Harum Energy Tbk.
 Kiki yang kini berusia 71 tahun mengoleksi kekayaan senilai US$1,7 miliar, dan menduduki peringkat ke-11. Melalui bisnisnya di industri tambang batu bara, Kiki sukses membawa Harum Energy mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada awal Oktober 2010.
 Saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 500 juta saham pada harga Rp5.200 per unit, perseroan mampu meraup dana segar Rp1,04 triliun. Harum Energy yang merupakan perusahaan grup Tanito Coal itu kini masuk salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.
PT Tanito Harum ("Tanito Harum") anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Coal Group di Indonesia Tanito, memegang kontrak pemerintah yang dikeluarkan untuk pertambangan batubara di wilayah yang mencahup   Blok Kutai includingKutai-Barat dan Kutai Ephindo dan merupakan anggota konsorsium Kutai Barat PSC . 

Salah satu perusahaan   pertambangan batubara swasta di indonesia, Tanito Harum telah beroperasi di Kutai Basinfor lebih dari 20 tahun. Selama waktu ini, Tanito Harum telah membangun pertambangan yang signifikan dan infrastruktur civilengineering dalam wilayah yang dicakup oleh pembangunan Kutai Barat termasuk extensiveroadway PSC di seluruh area. Rencana Perseroan adalah untuk memanfaatkan sebanyak mungkin infrastruktur theexisting, yang akan menghemat Manajemen berkeyakinan perusahaan significantearly biaya eksplorasi panggung dan mendukung eksplorasi jalur cepat dan pengembangan theKutai-Barat PSC. Selain itu, Tanito telah berhasil menyelesaikan relations program masyarakat formal yang meliputi eksplorasi dan pengembangan di  Kutai Barat coalbed methane PSC. Tanito Coal Group mengontrol sejumlah konsesi batubara mengandung coalreserves permukaan minable termasuk pengoperasian dua tambang di Kalimantan Timur, PT Tanito Harum dan PTMahakam Sumber Jaya, dan tambang ketiga, PT Santan Batubara dijadwalkan untuk memulai produksi in2009. Tahun 2008 penjualan dari 7 lokasi tamabng menjadikan Tanito Coal salah satu eksportir terbesar batubara termal ,bituminus producersand di Indonesia.