Laman

Jumat, 30 September 2011

PERLUKAH PERDA MIRAS ADA DI FLORES TIMUR?


Tuak
Miras atau singkatan dari minuman Keras belakangan ini menjadi kata yang banyak dipergunjingkan di Flores Timur.Ini terkait dengan keinginan untuk membuat perda tentang miras.Flores Timur dan Flores pada umumnya,masyarakatnya sejak dahulu kala akrab dan terbiasa mengkonsumsi miras lokal yaitu tuak atau arak (bahasa lainnya moke atau ciu).
Perda tentang miras sudah banyak diterapkan  di kabupaten atau kotamadya lain di tanah air ini.Di dalam Perda miras yang diterapkan di beberapa daerah perda tersebut hanya membatasi/mengendalikan peredaran minuman keras tersebut.Pertanyaan yang timbul ,seperti apakah perda miras yang akan diterapkan di kabupaten Flores Timur???.Hendaknya perda miras yang dibuat tidak bertentangan dengan peraturan diatasnya yang sudah ada karena beberapa daerah harus merevisi perda yang dibuat karena bertentangan dengan Keppres RI No 3/1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Pasalnya, minuman berakohol golongan A saat ini memang didistribusikan secara nasional dan dijual bebas di daerah.Miras jenis ini bisa memenuhi isi toko atau supermarket kecil yang memang banyak menjamur di daerah.Pemkab Tangerang dan Kota Bandung pernah ditegur Menteri dalam negeri  untuk segera merevisi perda miras karena bertentang dengan kepres diatas.Untuk itu ada baiknya sebelum perda tersebut dibuat harus ada konsultasi dengan departemen dalam negeri dan dicermati dengan teliti keuntungan dan kerugian yang timbul jika perda miras diberlakukan.
Saya tidak ingin berwacana tentang perlu ada atau perlu tidak ada perda miras tetapi coba sedikit memberikan paparan tentang miras. 
Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol.Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran.Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu.

Arak dimasukan kedalam botol bekas minuman dan dijual di pinggir jalan
Miras Lokal

Tuak dan arak sejak dulu menjadi minuman yang dipergunakan oleh sebagian besar masyarakat  Lamaholot dalam berbagai acara.Dalam upacara adat,hampir  semua menyediakan arak sebagai pelengkap. Begitu pula pesta-pesta adat.Menanam padi,memanen padi,membuka kebun,mendirikan rumah sampai pesta perkawianan,kematian,penerimaan komuni dan lainnya arak atau tuak menjadi minuman yang wajib disiapkan.Tuak biasanya disimpan di wadah yang disebut Nawing (semacam gelas panjang yang terbuat dari bambu) dan dijual di pasar atau keliling kampung.Sebelum memakai jerigen kita selalu menjumapi arak yang disimpan di dalam kumba (gentong yang terbuat dari tanah liat).Riangkotek dan Lamahelan di Adonara merupakan daerah yang terkenal akan kwalitas araknya yang terbaik.Meminum arak dahulu kala memakai wadah dasa (tempurung kelapa) atau gelas dari bambu.Setiap kegiatan pesta di Larantuka,setelah tamu laki-laki selesai makan kita akan menjumpai satu dua pemuda berkeliling dari bangku ke bangku menawarkan arak atau tuak kepada tetamu.Menjamu tamu dengan menyediakan arak yang terbaik menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi yang mempunyai hajat.Arak menjadi simbol silaturahmi.

Menyadap Nira atau Tuak..

Proses Pembuatan Arak

Arak disadap dari pohon tuak/nira.Bakal buah dipotong ujungnya dan diikat menyatu (sebelum keluar buah) dan ditempatkan penampung (nawing) untuk menampung tetesan nira.Sehari biasanya maksimal dua kali orang melakukan penyadapan dalam satu pohon,yaitu pagi dan soreh hari.Pada batang pohon tuak selalu diikatkan bambu  panjang yang cabangnya dipotong untuk dipakai sebagai pijakan waktu memanjat.Dengan ini pemanjat akan lebih cepat menaiki dan menuruni pohon dibandingkan dengan hanya mengandalkan pijakan pada pohon yang dibuat dengan melukai pohon memakai parang. Setelah hasil nira sadapan di dapat, sari yang masih berbuih itu akan didiamkan selama semalam. Kemudian keesokan harinya, baru mereka memasaknya. Sari nira /tuak yang baru diambil rasanya menyegarkan.Jika tidak dibuat arak maka tuak tersebut akan dijual.Bila disimpan beberapa hari maka akan menjadi seperti cuka. Setelah disimpan selama semalam, sari itu akan dimasukkan dalam sebuah bejana dari tanah liat untuk dimasak. Bejana itu akan ditutup rapat dan diatasnya disambungkan sebilah bambu panjang seukuran 0,5 meter. Bambu itu kemudian dihubungkan dengan bambu lain yang panjangnya kurang lebih 7 meter dan dipasang secara horizontal menurun.
Ketika kayu bakar mulai dinyalakan, sari dalam bejana itu akan mendidih. Uap dalam bejana itu akan naik keatas, kemudian turun ke bambu yang dipasang melintang untuk menjalani proses kondensasi. Di ujung lain dari bambu melintang, sudah tersedia sebuah jerigen/kumba untuk menampung tetesan air ketika proses kondensasi tersebut terjadi.
Itulah pemasakan pertama untuk membuat arak. Setelah terkumpul 3 botol jerigen tetesan kondensasi itu  penuh. Maka akan akan dimasak lagi seperti proses diawal, itulah pemasakan ke dua. Dari 3 jerigen yang dimasak itu, akan menjadi 1 jerigen. Dan dinamakan sebagai arak no 1(orang Larantuka menyebut arak baka menyala).Arak ini jika dinyalakan dengan korek api maka dia akan menyala.Kadar alkoholnya  terbilang cukup tinggi,mungkin sekitar 40 – 50 %.
Tungku dengan Bejana dan bambu dipakai untuk memasak arak
Tetesan arak di tampung
Efek Samping

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.
Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah, atau mata juling. Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara ngawur, atau kehilangan konsentrasi.
Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.

Mengapa Harus Mengurangi Minuman Beralkohol?

Kebiasaan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan ternyata tak hanya dapat merusak fungsi hati. Sebuah penelitian mengungkap bahwa konsumsi alkohol dapat mempengaruhi volume otak.
Pada asasnya selepas diminum, alkohol akan meresap dari usus kecil ke dalam darah. Alkohol terus dibawa ke jantung yang kemudiannya mengepam darah beralkohol tadi ke seluruh tubuh. Dari sini ia terus meresap ke dalam otak dan seterusnya ke urat saraf.

Otak merupakan salah satu organ penting yang dimiliki oleh manusia kerana otaklah yang mengawal segala pergerakan dan perlakuan seseorang dan dengan kemasukan bahan asing ini ke dalamnya ia akan mempengaruhi pergerakan dan kelakuan peminumnya. Antara lain kurangnya sifat malu (dalam bhs alkoholic menambah keberanian), pikiran yang tidak fokus dan pengerakan yang tidak lagi seimbang (teler).
Semakin banyak jumlah alkohol yang diminum semakin kuat otak tertindas sehingga akan menyebabkan orang tidak sadarkan diri dan dapat menjurus pada kematian

Carol Ann Paul, seorang peneliti dari Wellesley College, Massachusetts, Amerika Serikat dan timnya mengungkap bahwa alkohol bisa menjadi sangat berbahaya bagi kesehatan otak.Volume otak manusia memang akan menyusut seiring dengan bertambahnya umur. Penyusutan itu kemudian mengakibatkan beberapa kelainan, misalnya demensia (kepikunan) serta gangguan kognitif yang lain.


Terlepas ini adalah halal atau haram, melanggar hukum atau tidak melanggar hukum. Proses dialektika dalam pembuatan arak adalah sebuah kearifan lokal masyarakat setempat dan telah menjadi sebuah pekerjaan yang telah menghidupi anak-anak Lewotana bahkan bisa membiayai pendidikan dan menjadikan mereka orang-orang yang berhasil.Satu tetes tuak atau arak bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi mereka.
Akhirnya,berpulang kepada kita.Perlukah Perda miras ada???

Mengecer atau menjual tuak keliling dengan memakai Nawing